Aroma Korupsi Menyengat Di Panwaslu Malteng

  • 25 Februari 2017 01:38 WITA
Males Baca?

MCW News - Maluku Tengah | "Aroma busuk" dugaan Korupsi dana pengawasan Pilkada Malteng, di kantor Panitia Pengawas Pemilu Panwaslu, kini tercium aroma busuk ditengah publik, karena diduga ada pegawai fiktif yang selama ini tidak bekerja, namun tetap menerima gaji yang selama ini terbayar, yakni Clara S. pegawai sekretariat Panwaslu Malteng,  yang diduga fiktif dan setiap bulan menerima upah atau gaji dari statusnya sebagai pegawai sekretariat Panwaslu, ternyata yang bersangkutan tidak pernah bekerja di Masohi, sejak Lembaga Panwaslu terbentuk pada pertengahan tahun 2016 lalu Tak hanya itu, pegawai ini pun diduga memiliki hubungan emosional dengan salah salah satu komisioner Panwaslu, padahal yang bersangkutan selama ini diketahui bekerja di kantor swasta di Ambon. Kepada MCW News di Masohi Kabupaten Maluku Tengah, Koordinator Koalisi Rakyat (KODRAT ) Malteng, Alter Sopacua menjelaskan, "Terciumnya kasus dugaan korupsi sekaligus penipuan itu, telah di tuturkan oleh sumber Kodrat di  Panwaslu Malteng, kami punya data tentang itu, dan Clara pun telah memberikan pernyataan tertulis bahwa yang bersangkutan tidak pernah bekerja di Panwaslu Malteng, sejak Panwaslu mulai beraktifitas Kami memilik data tentang ini, dan akan kami laporkan kepada lembaga Penegak Hukum, sesuai data yang kami miliki, "tegas Alter. (timmcwnews)



TAGS :

Komentar