"Usaha Lobi" Panwaslu Ke Kajari & DPRD Malteng, Akhirnya Terbongkar

  • 24 April 2017 11:47 WITA

Males Baca?
MCW News, Malteng | Langkah Kejaksaan untuk membidik kasus dugaan korupsi dana Pengawasan Pilkada Kabupaten Maluku Tengah senilai Rp 10.8 miliar tersebut, mengakibatkan Ketua Panwaslu Malteng, S.M diduga ketakutan, sehingga S.M membuat berbagai langkah antisipasi, namun tanpa disadari komunikasi yang di duga kuat untuk "melobi" sejumlah pihak termasuk kepada Kepala Kejaksaan Negeri, Maluku Tengah Robinson Sitorus dan DPRD Malteng tersebut, akhirnya terbongkar “Kemarin S.M dan bendaharanya datang ketempat saya, namun saya tolak, karena Surat Perintah Penyelidikan sudah saya setujui, jadi tidak akan saya terima kunjungan itu, "tegas Kajari Masohi, kepada MCW News di Makariki, Jumat, (21/4/2017). Tidak berhenti di situ saja, namun masih ada upaya komunikasi dengan pihak lainnya, dan kini sudah terbongkar ke publik, karena SM selaku Ketua Panwaslu Malteng, juga nekat meminta DPRD untuk “membungkam” pemberitaan di media, dan langkahnya diketahui oleh wartawan. Menurut info di DPRD Malteng, terungkap ada upaya SM meminta sejumlah anggota dewan membangun komunikasi dengan para awak media di Masohi, dengan maksud untuk melemahkan pemberitaan dugaan korupsi yang saat ini sedang santer itu. Karena diberbagai media diberitakan adanya indikasi korupsi dana miliaran rupiah untuk mengawasi jalannya Pilkada Malteng, Februari 2017 lalu, tapi permintaan Ketua Panwaslu Malteng itu di tolak oleh para anggota DPRD tersebut. DPRD tidak mungkin meminta wartawan menghentikan pemberitaan di media, soalnya dugaan korupsi dana besar itu, sudah berlebihan dan sangat mencurigakan. Sementara Itu, Ketua DPRD Maluku Tengah (Malteng) Ibrahim Ruhunusa yang di Konfirmasi wartawan, Senin (24/4) menegaskan, "Kami akan memberikan dukungan penuh bagi Kejari Maluku tengah untuk mengusut tuntas dugaan korupsi Rp 10.8 miliar itu, dan DPRD dalam waktu dekat ini, akan memanggil SM Ketua Panwaslu Malteng, terkait realisasi anggaran pegawasan yang dikelolanya," tegas Ibrahim. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar