Ribuan Pelajar SMP/Sederajat di NTT akan Ikuti UN

  • 01 Mei 2017 03:13 WITA

Males Baca?
MCWNews.com, Kupang | Sebanyak 108.254 pelajar SMP/MTs, SMPLB, Paket B di Nusa Tenggara Timur pada 2 Mei 2017 mendatang akan mengikuti ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNBKP) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK). “Sesuai jadwal yang dikeluarkan Badan Standar Pendidikan Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Ujian Nasional (UN) bagi SMP/MTs, SMPLB dan Paket B Tahun Ajaran (TA) 2016/2017 akan dilaksanakan 2–4 dan 8 Mei 2017,” ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan NTT, Aloysius Min di Kupang, Selasa (25/4/2017) lalu. Dia mengatakan, di Nusa Tenggara Timur jumlah siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional adalah sebanyak 108.254 orang peserta dari jumlah sekolah sebanyak 1.643 sekolah, baik SMP/MTs, SDLB maupun Paket B. Dari jumlah 108.254 orang peserta, diantaranya 28 sekolah yang siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” katanya. Terkait pelaksanaan UNBK di 28 sekolah, kata Alo Min, Dinas Pendidikan Provinsi NTT sudah bersurat kepada PT. PLN dan PT. Telkom untuk meminta dukungan. Sehingga dalam pelaksanaan UNBK nanti tidak mengalami masalah, baik listrik maupun jaringan Telkom. Selain itu, juga telah membentuk Sekretarian Sekretariat Bersama di Dinas Kabupaten/Kota. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kupang, Yoel Oematan, pada Jumat (29/4/2017) mengatakan, sekolahnya sudah melakukan persiapan UNBK sejak Februari dan Maret lalu, baik dalam bentuk sosialisasi maupun gladi. Jumlah siswa yang akan mengikti UNBK sebanyak 695 orang peserta. “Dari jumlah 695 orang peserta itu, dibagi dalam 12 ruang, di mana masing-masing ruang 20 orang peserta, yang disiapkan dalam tiga shift, yaitu shift 1 dimulai dari pukul 07.30 – 09.30 Wita, shift 2 pukul 11.00 – 13.00 Wita, dan shift 3 pukul 14.00 – 16.00 Wita,” kata Yoel Oematan. Dia menjelaskan, ruang UNBK ini sudah diisi komputer sesuai dengan jumlah peserta UN per ruangan. Di mana jumlah komputer yang dipersiapkan adalah 234 unit dan cadangan 30 unit, baik komputer/laptop milik sekolah atau guru maupun laptop parsisipasi dari orang tua murid kepada anak – anak peserta UN. Selain itu, juga sebanyak tujuh server, yaitu enam server untuk 12 ruang dan satu server untuk cadangan. "Jadi setiap ruang UNBK, sudah terpasang komputer/laptop sesuai jumlah peserta,” ujar dia. Terhadap pelaksanaan UNBK itu, kata Yoel, sekolah sudah melakukan kerjasama dengan PT. PLN dan PT. Telkom. “PLN juga sudah memasang genset untuk mengantisipasi jika listrik padam”, ujarnya. Dia mengatakan, dalam pelaksanaan UNBK nanti, dipantau oleh masing-masing petugas baik, prokyektor, teknisi dan operator. "Jadi masing- masing ruangan ada satu orang prokyektor, teknis dua orang, dan operatornya enam orang. Di setiap peserta UNBK nanti, mereka mengerjakan soal UN langsung di server dengan membuka pasword yang sudah disiapkan, dengan soal yang berbeda dengan peserta lainnya,” jelasnya. Ia juga berharap pelaksanaan UNBK ini dapat terlaksana dengan baik, dan merupakan pengalaman bagi sekolahnya, dan semoga tahun depan jumlah sekolah yang menyelenggarakan UNBK bertambah dari jumlah 28 sekolah di NTT. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar