Pemprov NTT Akan Gelar Parade Seribu Satu Kuda Sandelwood di Sumba

  • 05 Mei 2017 11:33 WITA

Males Baca? MCW Nes, Kupang | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama pemerintah daerah di empat kabupaten di Pulau Sumba (Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya) akan menggelar parade seribu satu kuda sandelwood dan festival tenun ikat di Pulau Sumba. Parade kuda seribu satu kuda sandelwood ini di diselenggarakan di masing-masing kota di empat kabupaten. Dimana Kabupaten Sumba Timur diiselenggarakan di Waingapu pada 24-25 Mei, Sumba Tengah dan Sumba Barat 28-29 Mei. Sedangkan di Tambolaka Sumba Barat Daya diselenggarakan parade kuda dan festival tenun ikat 31 Mei 2017 yang dijadwalkan akan dihadiri Presiden Jokowi. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara, Marius Ardu Jelamu di Kupang, Selasa (2/4/2017) lalu. Tujuan dari pada parade kuda ini adalah mau back up brending megalitik, destinasi dan atraksi pasola yang ada di Pulau Sumba. Selain wisata dan ekonomi kreatif, juga menunjukkan kepada publik bahwa peternakan besar, baik sapi, kerbau dan kuda itu sangat terkenal di Sumba. Sehingga melakukan parade 1001 ekor kuda yang terbagi dalam empat kabupaten, yaitu Sumba Timur, Sumba Tengah dan Sumba Barat masng-masing 250 ekor. Sedangkan di Sumba Barat Daya sebanyak 251 ekor yang dipadukan dengan fesval tenun ikat. “Jadi nanti setiap kelompok itu kudanya berhias. Jadi masing – masing kelompok menghias kudanya yang dilengkapai dengan pakaian adat Sumba. Kita mau menciptakan brending secara besar-besaran sehingga setiap tahun kita akan lakukan sebagai event tetap,” kata Marius. Menurut Marius, Gubernur NTT sudah bersurat kepada Presiden supaya hadir waktu festival tenun ikat di Tambolaka pada 31 Mei 2017. Kegiatan parade kuda sandelwood dan festival tenun ikat ini, kata Marius dipadukan dengan bulan Soekarno di Ende yang digagas oleh Pemerintah Provinsi NTT, yang diawali dengan apel 1 Juni 2017. Kegiatan bulan Soekarno di Ende digelar mulai tanggal 1 – 21 Juni 2017. Kenapa tiga minggu, karena Bung Karno lahir 1 Juni dan wafat tanggal 21 Juni. Setiap hari selama tiga minggu ada kegiatan-kegiatan dari organisasi kemasyarakatan. “Harapan kita adalah setelah Bapak Presiden hadir festival tenun ikat di Tambolaka juga memimpin apel 1 Juni di Ende. Surat resmi yang ditandatangani Bapak Gubernur kami sudah layangkan tiga minggu lalu kepada Bapak Presiden, tapi sampai dengan sekarang belum ada disposisi,” kata Marius Jelamu. Sebelumnya, dia bersama Bupati Sumba Barat Daya, Markus Dairu Tallu telah melakukan audiens dengan Menteri Sekretaris Negera RI untuk menjelaskan kegiatan di Sumba dan Ende. Dalam pertemuan itu, meminta pemerintah daerah supaya kegiatan dipersiapkan dengan baik, karena kegiatan itu akan dihadiri Presiden. Bahkan Bupati Sumba Barat Daya, sudah menyanggupi 1.001 ekor kuda menyambut Presiden di Bandara Tambolaka. “Tentu ini sangat menarik, apa lagi Bapak Presiden kalau tunggang kuda dengan berpakaian adat Sumba,” kata Marius. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar