205 Paket DAK Di Tator 2016, Tidak Ada Kepastian Untuk Dibayar

  • 06 Mei 2017 09:37 WITA

Males Baca? MCW News, Tator | Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) reguler dan DAK Tambahan 2016 serta Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2016 lalu, sampai bulan Mei 2017, tidak ada kejelasan dari Pemkab Tanah Toraja untuk pembayarannya Dari hasil pertemuan tanggal 27 April 2017 lalu di ruangan Komisi III DPRD Tana Toraja yang di hadiri puluhan Kontraktor, Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD), Margertha Bulo Batara dan Kepala Inspektorat Yohanis Sumule, serta sejumlah anggota Komisi III yang langsung dipimpin oleh Ketua Komisi III, Kristian H.P. Lambe yang di sepakati bersama bahwa hutang Pemkab Tana Toraja kepada para Kontraktor, tetap menjadi tanggungjawab pemerintah, dan akan tetap diusahakan untuk dibayarkan berdasarkan laporan dari Audit Inspektorat Ditambahkan bahwa pertemuan pada tanggal 27 April lalu di Komisi III ada 205 kegiatan/paket yang tersebar di beberapa OPD yang layak, dan memenuhi persyaratan berdasarkan hasil Audit Inspektorat untuk dibayar Kepala Badan Pendapatan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Tana Toraja, Margaretha Bulo Batara yang di konfirmasi melalui ponselnya, Sabtu (6/5) mengatakan, "Hutang Pemkab Tana Toraja kepada Kontraktor yang sudah dibicarakan bersama dengan Komisi III yang lalu ada 205 kegiatan Saya sudah menghubungi Kepala Inspektorat, Yohanis Sumule, yang menjelaskan laporan sementara di susun dan masih ada tambahan lagi laporan dari OPD, untuk kami periksa dan setelah itu di serahkan ke BPKAD, dan selanjutnya kami laporkan ke Bupati Tana Toraja, untuk mengeluarkan kebijakan dan disampaikan ke DPRD untuk di setujui, "ujar Margaretha Ketua Asosiasi Gapeksindo Tana Toraja, Seli Datu Linggi, menjelaskan, "Apa yang sudah dijanjikan Pemerintah kepada kontraktor agar segera direalisasikan, dan harus diingat bahwa kontraktor yang mengerjakan paket ini adalah kontraktor kecil, dan kini mereka ditagih oleh para tukang dan toko bangunan, "ungkap Seli Menurut Ketua LSM Lembaga Kajian Toraja (LEKAT) Feryanto Belopadang mengatakan bahwa hutang Pemkab Tana Toraja kepada Kontraktor pada pekerjaan DAK dan DAU 2016, bagaikan pedang bermata dua, kalau mencari kesalahan siapa yang salah, saya kira tidak ada yang salah, hanya saja adanya penundaan pembayaran dan kita yakin bahwa masing-masing tetap mengikuti prosedur yang ada. Jumlah hutang Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kepada kontraktor sebesar Rp 15 miliar, sementara dari hasil pemeriksaan Inspektorat pada pertemuan di Komsi III kantor DPRD Tator, hanya 205 kegiatan paket yang layak dibayarkan, "pungkas Feryanto. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar