Bupati Kalatiku Dilantik Sebagai Ketua PMI Torut

  • 23 Mei 2017 09:31 WITA

Males Baca? MCW News, Torut | Pelantikan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Toraja Utara di selenggarakan hari ini Selasa, 23 Mei 2017 di Ruang Pola Kantor Bupati dengan di hadiri Ketua PMI Propinsi Sulawesi Selatan, H. Ichsan Yasin Limpo dan Rombongan, Irjen.Pol (Purn.) Matius Salempang, Dandim 1414 Tana Toraja CPN. Jimmy Sirait, Kapolres Tana Toraja yang di Wakili Kapolsek Rantepao AKP.Simon, Kejaksaan Negeri Makale Amri Kurniawan dan Sekretaris Kabupaten Toraja Utara Lewaran Rantela'bi. Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan di kukuhan dan dilantik sebagai Ketua PMI Toraja Utara oleh Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo dengan di hadiri seluruh kepala OPD se-kabupaten Toraja Utara. Disayangkan pada pelantikan Kalatiku Paembonan sebagai Ketua PMI Toraja Utara tak nampak hadir Wakil Bupati, Yosia Rinto Kadang di ruang pola kantor bupati. Yosia Rinto Kadang yang juga selaku ketua Partai Nasdem Toraja Utara yang kemarin senin, 22 Mei dilantik di lapangan bakti Rantepao. Usai pengukuhan dan pelantikan di lanjutkan dengan sambutan Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan mengatakan bahwa Pelantikan ini memiliki makna yang sangat besar bagi kabupaten Toraja Utara khususnya Masyarakat Toraja Utara. Kalatiku lanjut mengatakan bahwa penanganan PMI di kabupaten Toraja Utara akan menjadi skala prioritas kedepan. Bupati Kalatiku juga menyampaikan bahwa substansi program PMI Toraja Utara sungguh benar tidak bisa di pisahkan dari program Pemerintah dan akan mengkaitkan dengan program kita tangani dan ini benar di wujudkan kedepan. Di Toraja Utara penanganan PMI harus menjadi skala prioritas. Dan prinsip-prinsip kesamaan harus di wijudkan seperti Rumah Sakit Pongtiku harus ada bank darah. Ada di rmh sakit elim tetapi berbeda kalau di rmh sakit pemerintah sendiri. "Disaat yg lalu beberapa kesulitan penanganan darah. Untuk itu kita harus melakukan tindakan untuk di rasakan masyatakat, Program segera di susun, terutama di kecamatan-kecamatan dan itu menjadi prioritas kami. Juga untuk membantu kepada daerah-daerah tetangga yang memutuhkan," jelas Kalatiku. [caption id="attachment_2044" align="alignnone" width="312"] Sambutan Ketua PMI Sulsel di hadapan Pengurus PMI Torut dan para Muspida serta undangan Irjen Pol.(Purn). Matius Salempang. Selasa (23/5/2017).[/caption] Fungsi dan peran dari kelembagaan harus hadir dan ikut berpartisipasi untuk memberdayakan segala bentuk program kemanusiaan. Bupati juga sedikit menyinggung dengan kehadiran Matius Salempang yang hadir pada pelantikan PMI. "Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kita semua dengan kehadirannya. Suasana ini merupakan suasana kegembiraan bagi kami pengurus PMI dan masyarakat Toraja Utara," terang Kalatiku. Diteruskan sambutan Ketua PMI Sulsel, H.Ichsan Yasin Limpo mengatakan bahwa berbicara soal PMI yang lahir pada tanggal 17 September 1975 ini memiliki dua tugas, yqng pertama tugas kebencanaan, baik itu bencana alam dan konflik atau konflik keagaamaan. Organisasi ini mempunyai standar prosedur, terutama dalam penanganan bantuan. Ichsan mengatakan bahwa untuk 50 rumah kebawah afldalah tanggungjawab PMI Kabupaten dan untuk 50 rumah keatas adalah tanggungjawab Propinsi dan harus di laporkan ke pusat. Ini bukan berarti PMI Propinsi tidak membantu tetapi itu merupakan kerja-kerja PMI demi untuk kegiatan kemanusiaan. "Ditambahkan Ichsan bahwa Pengurus boleh di ganti dan pengurus boleh di pilih. Tetapi markas PMI tetap terus berjalan. Markas di dapatkan dari relawan-relawan dari bawah atau dari masyarakat dan sekolah-sekolah dan yang kedua, Pengolahan darah. Pengolahan adalah satu-satunya PMI tidak ada organisasi lain. IYL paling bahagia dalam memipin PMI. Kenapa bahagai karena saya senang melakukan donor darah. Karena setiap hari bisa kita lakukan donor darah. Mudahan kalatiku sebagai bupati dapat melakukan kedepan sebagai ketua PMI, maka bupati harus memiliki nomnr khusus untuk PMI sehingga suatu waktu masyarakat bisa menghubungi yang membutuhkan darah. UTD hanya bisa di kelola oleh PMI tidak bisa di intervensi oleh bupati, gubernur, kapolda atau pangdam. Tetapi yang bisa mengelola darah adalah PMI dalam bentuk assesmant. "Di sulawesi selatan kita butuh darah sebanyak 11.660 kantong darah dan kita belum bisa capai untuk kebutuhan darah itu. Kalau kita donor darah 20 kali keatas atau dalam 3 bulan selama 90 hari kita rutin donor darah, maka setiap manusia memiliki kekebalan tubuh dan membasmi racun yang masuk dalam tubuh," jelas Ichsan. "Harga darah Rp250 ribu sampai Rp325 ribu perkantong darah. PMI bukan menjual darah, PMI mengambil Rp325 ribu adalah pengganti donor darah. Bukan melakukan perdagangan darah," tegas Ichsan. Ichsan juga menghimbau kepada PMI Toraja Utara agar segera membentuk relawan-relawan di masyarakat dan sekolah-sekolah. Ketua PMI Sulsel sudah siapkan alat besar apabila Toraja Utara sudah mempunyai tempat untuk di jadikan penyimpanan darah. Jadi kalau Toraja Utara sudah mempunyai bank darah, maka Markas dan bank darah terbesar ada di Toraja Utara, janji Ketua PMI Sulsel Ichsan Yasin Limpo kepada Bupati Toraja Utara, Kalatiku Paembonan. Dengan mengakhiri sambutannya Ichsan menyampaikan kepada seluruh pengurus PMI Toraja Utara bahwa keluarga Yasin limpo sangat dekat dengan masyarakat Toraja. "Bukan berarti karena kedekatan keluarga kami dengan toraja sehingga kami memberikan peralatan besar tetapi ini karena pekerjaan mulia dan kemanusiaan. Untuk itu menutup sambutan saya kepada seluruh masyarakat Toraja Utara bahwa tidak hanya ada yang lalu, kini dan esok tetapi untuk selamanya," ungkap Yasin Limpo Setelah melakukan pelantikan Ketua PMI Toraja Utara, besok pagi Rabu (24/5) Ketua PMI Propinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Yasin Limpo bersama rombongan pengurusnya melanjutkan berwisata di Negeri di atas awan atau Lolai yang beberapa bulan lalu di kunjungi Ibunda Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla. (timmcwnews).


TAGS :

Komentar