Tiga 'Oknum" TNI Tersangka Pengadaan Helikopter AW 101

  • 26 Mei 2017 20:54 WITA

Males Baca?
MCW News, Jakarta | POM TNI sudah memiliki alat bukti yang cukup untuk meningkatkan status kasus pembelian Helikopter AW 101 dari penyelidikan menjadi penyidikan, dan dari hasil sementara telah menetapkan 3 orang "oknum" TNI AU sebagai tersangka yaitu Marsma TNI FA sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Letkol (ADM) WW sebagai pejabat Pemegang Kas (Pekas), Pelda SS Staf Pekas yang menyalurkan dana kepada pihak-pihak tertentu, dan masih mungkin ada tersangka lainnya Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo didampingi Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, saat Jumpa Pers dengan wartawan, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (26/5) Gatot Nurmantyo, menegaskan, "Dari hasil penyelidikan POM TNI dengan KPK dan PPATK terhadap dugaan penyimpangan dalam pengadaan Helikopter AW 101 TNI AU tersebut, ditemukan potensi kerugian negara sekitar Rp 220 miliar, dengan perhitungan nilai tukar rupiah sebesar Rp 13.000 /1 USD Penyelidikan masih terus dilakukan khususnya terkait aliran dana dari hasil pengadaan Helikopter AW 101 milik TNI AU itu, dengan barang bukti pemblokiran rekening atas nama PT. Diratama Jaya Mandiri, selaku penyedia barang senilai 139 milliar Saya selaku Panglima TNI berharap kepada pihak-pihak yang terkait dengan perkara ini, khususnya personel TNI agar bersikap kooperatif, jujur dan bertanggung jawab, sehingga permasalahan ini bisa diselesaikan secara cepat, tuntas dan proporsional Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo pada rapat terbatas tanggal 23 Februari 2016 lalu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum normal, maka pembelian Helikopter AW-101 belum dapat dilakukan, jadi untuk saat ini ditunda dulu sampai kondisi ekonomi kita lebih baik, untuk itu saya minta media turut serta mengawasi sampai selesai proses persidangan, tidak ada yang ditutup-tutupi, sehingga semuanya transparan, "tegas Gatot. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar