Aduan korupsi Pelabuhan Mandeg di KP3 Pelabuhan Semarang

  • 29 Mei 2017 06:07 WITA

Males Baca?
MCW News, Semarang | Kasus dugaan korupsi pungutan uang jaminan kontainer yang dilakukan oknum dari Agen PT Hanjin yang mencapai Rp 330 juta yang diadukan ke Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Emas Semarang. Diduga proses penanganannya mandeg. Hal ini sebagaimana disampaikan pengacara para pengusaha Logistik (ALFI), Tri Sulistianta yang membenarkan kasus para kliennya yang terjadi sejak bulan Agustus lalu. Namun hingga kini belum juga ditangani. "Sebelumnya kami telah melakukan somasi ke agen Hanjin dan belum ada tanggapan, kemudian kami adukan ke KP3P juga belum ada kejelasan"' tuturnya. Sebenarnya kasus ini menurut Tri, hanya menuntut pihak Hanjin untuk segera mengembalikan uang jaminan kontainer dari 27 perusahaan yang telah menyetor uang. "Para klien kami hanya ingin uang jaminannya segera dikembalikan," imbuhnya. Sementara itu Kepala KP3P Tanjung Emas Semarang, Sukiyono saat dikonfirmasi melalui handphonenya membenarkan adanya aduan terkait Hanjin, tapi masih dalam penyelidikan. "Ya masih aduan, silahkan ke kantor aja mas," tuturnya. Kemudian saat disambangi di Kantornya pun Sukiyo baru ada rapat di Polrestabes Semarang dan agar menemui Kanitreskrimnya. Hingga ditulisnya berita ini semuanya belum bisa ditemui, kecuali seorang petugas jaga dikantornya, Ipda Susyanto yang mengatakan Kanitnya belum datang. Sedangkan Ketua ALFI Jateng, Ari Wibowo hingga kini masih menunggu proses penanganan pihak aparat penegak hukum. "Kami sudah adukan Hanjin, dan masih menunggu lanjutan penanganannya," ujarnya. Diketahui selama ini setiap pengusaha importir dalam pengiriman logistiknya diwajibkan menyetor uang jaminan kontainer ke pihak agen perusahaan Hanjin yang salah satu agennya PT Bumi Laut yang besarannya Rp 1 juta hingga Rp 2 juta setiap kontainer/ 1 TEUS. Dalam kasus yang terjadi di Pelabuhan Semarang ini ada 27 perusahaan logistik yang telah menyetor uang jaminan kontainer dengan total Rp 330 juta yang hingga kini belum dikembalikan. Dan pihak ALFI pun telah berusaha agar pungutan jaminan kontainer ini dihapuskan guna lancarnya pengiriman bisnis logistik secara nasional, bahkan pihaknya telah melayangkan surat ke Presiden Jokowi agar hal ini dihapuskan atau dialihkan melalui asuransi agar jelas penangananannya. Namun hingga ditulisnya berita ini belum ada keterangan resmi dari pihak PT Hanjin untuk mengembalikan uang jaminan kontainer tersebut dan pihak pemerintah pun belum juga segera menanganinya dengan baik. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar