Kapolda Papua Barat minta Bareskrim Mabes Polri Bantu Selesaikan Kasus Calidonian Sky

  • 29 Mei 2017 09:17 WITA

Males Baca?
MCW News, Manokwari | Kapolda Papua Barat Brigjen Pol. Martuani Sormin, M.Si mengatakan kasus Kapal Calidonian Sky yang menabrak Karang di perairan Raja Ampat akan digelar di Bareskrim Mabes Polri. Sementara pemeriksaan saksi ahli terkait pengrusakan terumbu karang diakui sudah selesai. Saat ini Polda Papua Barat sedang meminta bantuan Bareskrim agar dilakukan gelar perkara di Mabes Polri. “Kami akan menggelar kasus ini di Jakarta dengan melibatkan Kementerian luar Negeri, Interpol dan kemenko Maritim,” Kata Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Martuani Sormin saat ditemui di Manokwari. Dikatakan, penanganan kasus ini tidak seperti kasus yang lain. Hal itu karena pelaku yang kini ditetapkan sebagai tersangka yakni Kapten MV. Calidonian Sky merupakan warga negara asing sehingga perlu melibatkan lembaga terkait. “Kapten Kapal kita sudah tetapkan sebagai tersangka namun untuk perkembangan lebih lanjut kita masih menunggu gelar perkara di Bareskrim," ujar Martuani Kapal pesiar MV Calidonian Sky dengan membawah penumpang sekitar 102 orang memasuki wilayah perairan Raja Ampat pada (4/3) lalu tepat di depan kampung Yenbuba, Distrik Meos Mansar, kapal tersebut kandas di atas karang terbaik dunia. Menurut hasil kajian Conservation International, luas yang mengalami kerusakan mencapai 13.500 meter persegi. bukan hanya luasnya kerusakan terumbu karang yang membuat kejadian ini memprihatinkan, tetapi area yang rusak sebenarnya masuk dalam zona inti Kawasan Konservasi Perairan Daerah Selat Dampier. Kawasan Selat Dampier terdapat 50 titik selam ikonik, diantaranya blue mangrove, eagle rock, manta point, dan cape kri. Sementara masyarakat Kabupaten Raja Ampat terus melakukan upaya protes dan menuntut penuntasan Hukum terhadap kapten Kapal MV. Calidonian sky, baru-baru ini masyarakat melakukan aksi pemalangan terhadap sejumlah lokasi wisata, dengan menancapkan papan palang yang bertuliskan “Lokasi ini ditutup untuk semua aktivitas wisata dari luar sampai ada kejelasan terkait kerusakan terumbu karang oleh kandasnya kapal Calidonian Sky” Masyarakat kampung Yembuba bersedih dan menangis karena alam yang dijaga secara turun-temurun selama ini dirusak hanya dengan hitungan sehari. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar