Diduga Ada Upaya Sistematis Melindungi Terpidana Kasus Alkes RSUD Masohi

  • 29 Mei 2017 10:07 WITA

Males Baca?
MCW News, Malteng | Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tidak mengindahkan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang secara tegas mengatur tentang sanksi berupa pemecatan secara tidak hormat terhadap pelaku korupsi yang vonis hukumannya telah berkekuatan hukum tetap diatas dua tahun kurungan. Hal itu sudah dijelaskan dalam Pasal 9 huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (PP 32/1979), sebagaimana yang terakhir kali diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2013 (PP 19/2013). Dimana, Pegawai Negeri Sipil diberhentikan tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil apabila dipidana penjara atau kurungan berdasarkan keputusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Faktanya, sampai hari ini 2 Terpidana kasus Alkes RSUD Masohi yakni Abdul Muthalib Latuamury, dan Nirwati belum dipecat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang saat ini sudah menjadi tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II Masohi. Kepala seksi Intelejen M. Afrizal Tuasikal, yang dikonfirmasikan oleh awak media di ruang kerjanya, Rabu, 17 Mei 2017 kemarin mengatakan bahwa Salinan Putusan itu sudah disampaikan kepada Terdakwa, Penuntut Umum dan Penasehat Hukum. “Jadi untuk salinan keputusan itu tidak ada tembusan ke Pemerintah Daerah, tetapi ke terdakwa dan penasehat hukumnya, sehingga penasehat hukumnya yang harusnya melapor ke atasannya, " terang Tuasikal. Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pengakuan Kepala BKD Siti Hubna Soumena, yang mengatakan, “Belum ada sanksi yang dijatuhkan kepada terpidana, karena BKD tidak punya dasar dalam menindak lanjuti putusan hukum tetap terhadap para terpidana, apalagi memberikan sanksi berupa pemecatan terpidana dari statusnya sebagai ASN. "Dasar itu, berupa salinan Putusan hukum. Salinannya belum kita terima hingga saat ini. Kedua, BKD tidak punya kewenangan melakukan pemecatan terhadap PNS, “ ujar Soumena. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar