KPK Akan Dalami Aliran Dana Korupsi Alkes ke Amien Rais

  • 02 Juni 2017 11:27 WITA

Males Baca?

MCW News, Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami dugaan aliran dana sebesar Rp 600 juta yang diterima pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Aliran dana dari kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan. Aliran dana kepada Amien Rais ini mencuat dalam sidang pembacaan tuntutan terhadap mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang menjadi terdakwa kasus tersebut, Rabu (31/5). Sebelumnya, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Rabu (31/5), Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Iskandar Marwanto menyebut Amien Rais menerima aliran dana sebesar Rp 600 juta yang diterimanya secara bertahap. Iskandar menyatakan, Amien yang juga mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu menerima enam kali transfer masing-masing sebesar Rp 100 juta pada 15 Januari 2007, 13 April 2007, 1 Mei 2007, 21 Mei 2007, 13 Agustus 2007, dan 2 November 2007. Tak hanya Amien Rais, mantan Ketua Umum PAN, Sutrisno Bachir juga disebut menerima dana sebesar Rp 250 juta dari kasus korupsi ini pada 26 Desember 2006. "Kami akan terus mencermati fakta-fakta yang muncul di persidangan," Kata Jubir KPK, Febri Diansyah dalam Konfrensi Pers di Gedung KPK. Febri menegaskan, pihaknya akan selalu menganalisis setiap fakta yang muncul dalam persidangan. Termasuk mengenai dugaan aliran dana kepada Amien Rais. Setiap fakta dan perkembangan persidangan ini akan disampaikan jaksa kepada pimpinan KPK untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. "Kita analisis seluruh fakta yang muncul tersebut. Nanti penuntut umum tentu juga akan menyampaikan hasilnya secara berjenjang di KPK," katanya. Basaria Panjaitan juga mengatakan, pendalaman terkait aliran dana kepada Amien Rais ini tergantung dari evaluasi tim penyidik. "Nanti akan didalami oleh penyidik. (Kelanjutannya) tergantung evaluasi penyidik," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan saat dikonfirmasi, Kamis (1/6) malam. Hal ini karena proses persidangan dengan terdakwa Siti Fadilah masih terus bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta. Setelah pembacaan tuntutan, persidangan akan berlanjut dengan agenda pembelaan atau pledoi dan pembacaan putusan majelis hakim.(timmcwnews)



TAGS :

Komentar