Anggota DPRD Kendal Gunakan Bekas Balai Desa untuk Rumah Pribadinya

  • 02 Juni 2017 12:07 WITA

Males Baca?
MCW News, Kendal | Entah bagaimana prosesnya, tiba-tiba Masyarakat Desa Pegandon Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal dihebohkan lagi dengan ulah Mantan Kepala Desanya. AMD, yang kini menjadi Anggota DPRD Kendal dengan terang-terangan masih menggunakan bangunan bekas balai desa Pegandon untuk Rumah pribadinya. Hal ini sebagaimana diungkapkan seorang Tokoh Masyarakat Pegandon, Ali Mufidin, yang menyesalkan ulah mantan kadesnya yang diduga melawan hukum dengan menjadikan aset pemerintah digunakan sebagai milik pribadinya. "Saya selaku mantan ketua BPD Pegandon sempat dipanggil terkait penggunaan aset bondo desa di Kecamatan yang tidak sesuai dengan Permendagri No.1 Tahun 2016," ungkapnya. Ditambahkan Ali, memang pada saat AMD jadi kades ada beberapa tanah bondo desa yang dilakukan Tukar guling. Namun pada perjalanannya proses tukar gulingnya tidak jelas. "Tanah pengganti desa Pegandon hingga kini tidak jelas tempatnya, sehingga menyisakan bekas permasalahannya," imbuhnya. Ditempat terpisah, Mantan Kades Pegandon, AMD saat dikonfirmasi MCW (Jumat,2/6) menyatakan bahwa proses tukar guling bondo Desa Pegandon sudah selesai dan tidak ada masalah sesuai Bupati Kendal saat itu. "Tukar guling sudah selesai dan tidak ada. Masalah yang telah disetujui Pemerintah saat itu, apalagi yang akan dipermasalahkan," jelasnya. Diketahui, kasus ini berawal dari adanya tukar guling tanah desa yang waktu itu SDN 1 Pegandon dibongkar, kemudian dibangun kantor desa padahal kantor desa sudah ada. Akhirnya, kantor desa yang lama di jadikan rumah pribadi Mantan Kades dan ditempati sampai sekarang. Bahkan tidak hanya itu, Banda Desa lainnya pun ditukar guling dengan SMAN 1 Pegandon. Namun tanah pengganti tukar guling tersebut nilai ekonomisnya tidak sesuai dengan harga pasaran. Karena diantara tanah penggantinya pun berada diluar desa yang secara ekonomis jauh dengan tanah semula yang terletak dipinggir jalan. Dan hal inilah yang kini mencuat lagi dipertanyakan berbagai pihak agar kasus ini diusut tuntas. Sengketa ini terjadi pada tahun 1993 silam dan Mantan Kadesnya pun kini menjabat Anggota DPRD Kabupaten Kendal. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar