Kejari Masohi Tegaskan, Akan Terus Menutut Pelaku Asusila Terhadap Anak

  • 04 Juni 2017 00:12 WITA

Males Baca?

MCW News, Maluku Tengah | Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari)  Maluku Tengah, Robinson Sitorus menegaskan,  pihaknya sangat ketat dan sangat tegas menuntut setiap pelaku asusila terhadap anak. Tak tanggung-tanggung, tegas Robinson, tuntutan yang diberikan kepada pelaku tindak asusila minimal dipatok dengan hukuman diatas 10 tahun kurungan. "Ancaman hukuman diatas 10 tahun kita berikan bagi pelaku asusila terhadap anak. Lima kasus yang kita tangani  tahun 2017  ini, semua dikenakan kita tuntut minimal 10 tahun penjara," kata Sitorus. Kepada insan Pers kemarin, dia menyebutkan bahwa Alasan menetapkan tuntutan maksimal karena  pelaku asusila tidak mengalami penurunan. Namun sebaliknya, pelaku tindak kekerasan ini malah meningkat pesat. Parahnya lagi, sejumlah kasus yang belakangan mencuat malah terjadi dilingkungan keluarga.  Om terhadap ponakan, bapak terhadap anak, hingga kakek terhadap cucu dan lainnya. “Banyak kasus ternyata pelakunya adalah kerabat korban. Ini yang sangat disayangkan. Karena itu  tekat kita adalah bagaimana memberikan efek jera kepada pelaku.  Sekaligus menjadi peeingatan bagi calon pelaku bahwa hukuman yang akan diterima tudak main-main," terangnya. "Tuntutan maksimal kepada pelaku penting agar kasus asusila dapat ditekan seminimal mungkin," tambahnya. Olehnya itu dia menegaskan, Anak adalah embrio generasi penerus cita -cita bangsa. Karena itu, patut dilindungi. Harus ada payung hukum yang dapat melindungi kebebasan dan keamanan generasi penerua masa depan ini. Sementara, perbuatan  asusila terhadap anak adalah perbuatan sebaliknya yang akan berdampak pada  hancurnya masa depan anak. "Karena itu, kita tidak main-main. Pelaku harus diganjar hukuman berat," kunci Kajari. (timmcwnews)



TAGS :

Komentar