Gedung Mangkrak Senilai Rp 13,9 Milyar di RSUD Kendal diduga sarat Korupsi?

  • 04 Juni 2017 03:35 WITA

Males Baca?
MCW News, Kendal | Pengusutan bangunan mangkrak yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) dr Soewondo Kendal yang menguras uang rakyat mencapai Rp 13,9 Milyar Anggaran Tahun 2016 telah menjadi sorotan berbagai pihak. Terutama dari Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi ( GNPK) Jawa Tengah, Mastur Darori yang menyesalkan banyak gedung di Kabupaten Kendal yang menggunakan uang rakyat banyak yang mangkrak. "Harus kita usut tuntas itu, disamping bangunan di Rumah sakit juga rumah dinas Bupati Kendal yang mangkrak," tuturnya. Bahkan Mastur pun prihatin atas kondisi pembangunan di Kendal yang aromanya disinyalir masih sarat dengan tindak pidana korupsi. "Diduga masih ada budaya pengkondisian dalam penentuan pemenang proyek yang dikuasai kelompok tertentu, jadinya banyak bangunan yang mangkrak ," tandasnya. Sementara itu Wakil Direktur RSUD Kendal, Rozi membantah jika gedung rawat inap yang saat ini belum selesai pengerjaanya mangkrak. "Itu tidak mangkrak, tapi memang proses pembangunannya secara bertahap dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini mas," jelasnya. Namun Rozi pun mengakui tidak tahu menahu proses pembangunan awal gedung tersebut, karena dirinya pejabat baru di RSUD Kendal ini. "Saya tidak tahu proses awal pembangunan gedung tersebut, karena baru menjabat disini. Dulunya saya di Kesra mas," imbuhnya. Senada juga disampaikan bagian perencanaan, Teguh dan Humas RSUD Kendal, Bowo yang keduanya merupakan pejabat baru yang kurang menguasai proses pembangunan gedung rawat inap yang kini masih berupa kerangka betonisasi yang rencananya berlantai 4 (empat) tersebut belum bisa digunakan para pasien. "Tidak tahu mas, kami baru juga disini," ujarnya. Dalam penelusuran MCW selama ini diketahui sejak awal proses pembangunan gedung rawat inap RSUD Kendal pada tahun 2016 sempat gagal lelang, karena semula rencana anggarannya mencapai Rp 19 Milyar. Namun setelah dilakukan lelang lanjutkan kemudian turun drastis dengan pagu anggarannya hanya senilai Rp 13,9 Milyar yang dimenangkan salah satu kontraktor luar daerah. Namun karena proses pembangunannnya yang terkesan asal adanya berupa bangunan kerangka betonisasi yang menjulang hingga lantai 4 (empat) yang justru belum bisa difungsikan yang dinilai banyak pihak berupa proyek Mangkrak. Maka beberapa LSM pun sempat menanyakan proyek yang diduga mangkrak tersebut yang menelan milyaran rupiah uang rakyat. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar