Kunjungi Pelabuhan Tulehu, Nono Sampono Sebut Ekonomi Maluku Memperihatinkan

  • 04 Juni 2017 05:36 WITA

Males Baca?

MCW News, Ambon | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), DR. Nono Sampono disela-sela kunjungannya ke Pelabuhan Tulehu, Maluku, Sabtu, (3/6) menyebut, kondisi ekonomi di Maluku saat ini cukup memperihatinkan. Hal ini dikatakan Sampono saat menyambangi Kapal angkutan barang KM Karya Sejati. Berbincang dengan Kepten Kapal KM Karya Sejati, La Minggu, Nono mempertanyakan soal bongkar muat barang yang dilakukan kapal tersebut. Informasi yang diterimanya dari Kapten Kapal barang bahwa, pulang pergi setiap kapal angkutan barang di pelabuhan itu hanya sekali mengangkut muatan yakni ketika berangkat dari Tuleh menuju tempat tujuan Pulau Buru Namlea dan Seram. Karena itu dia simpulkan, ini pertanda ekonomi Maluku saat ini mengalami kemerosotan. Dan putaran roda ekonomi Maluku samasekali tidak berputar. "Ekonomi di daerah ini tidak berkembang bagus. Ini bisa kita mengukur bagaimana PAD, keterlambatan tumbuhnya ekonomi di daerah ya begini,"kata Sampono. Minimal kata dia ada muatan balik ketika Kapal berangkat menuju Tuleh - Namlea dengan sembako, minimal ada hasil rempah-rempah yang diangkut kembali dari pulau seberang (Namlea) dan Pulau Seram. "Harusnya balik, setidaknya dia bawa kopra, rumput laut, ikan garam, seperti itu. Kenapa ini ada maslah ini,"tutur PurnawirawanJendral bintang tiga itu. Dia menjelaskan, solusi meminimalisir kondisi ekonomi seperti ini, haruslah ada upaya pemerintah daerah untuk membentuk ekenomi kerakyatan setidak-tidaknya agar ada perputaran arus balik bongkar muat setiap kapal yang melakukan aktifitas pelayaran. Karena dengan itu menunjukan keadaan ekonomi di daerah berbajalan seimbang, sehingga masyarakat tidak menjadi korban mahalnya kebutuhan pokok di daerahnya. "Harga menjadi mahal, bahkan jika kehadiran tol laut kalau dengan keadaan ekonomi begini juga berat. Jadi harus ada perbaikan ekonmi,"pungkasnya.(timmcwnews)



TAGS :

Komentar