Diduga Lecehkan Profesi Wartawan, Anak Kades Sumber Kare Dipolisikan

  • 05 Juni 2017 00:00 WITA

Males Baca?
MCW News, Probolinggo | Tindak kekerasan terhadap pers kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang wartawan Harian Nasional News, (harnasnews) saat hendak melakukan konfirmasi terkait dengan dugaan proyek siluman yang bersumber dari anggaran dana desa (ADD). Wartawan Harian Nasional News, baru-baru ini mendapatkan intimidasi dari salah satu warga yang kebetulan dia adalah anak dari Kepala Desa (Kades) Sumber Kare, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. “Bahkan anak Kepala Desa itu sambil memaki, anda wartawan gak jelas, wartawan bodong,” ujar Muji, wartawan biro Probolinggo, menirukan makian sang anak Kepala Desa tersebut. Bukan hanya itu saja, anak Kepala Desa itu juga, kata Muji, berusaha merebut dan menanyakan tentang identitas wartawan dan menanyakan kartu persnya. “Kami tidak habis pikir, kapasitas apa dia, begitu terlihat berang dengan kehadiran wartawan. Bahkan kami menduga, kehadiran beberapa teman-teman media ke lokasi proyek pembangunan semakin menguatkan adanya dugaan proyek siluman yang melibatkan keluarga Kepala Desa. Karena, anak kepala desa merasa terganggu dengan kehadiran kami,” ujar Muji, yang juga pengurus Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) cabang Probolinggo. Merasa profesinya dilecehkan oleh anak Kepala Desa, sejumlah wartawan pun melakukan upaya hukum. Yakni melaporkan anak Kepala Desa tersebut atas tindak pidana UU Pers No 40 Tahun 1999. Hingga berita ini diturunkan, kasus tersebut kini telah ditangani oleh Kepolisian Sektor Wonomerto, Resort Probolinggo, Jawa Timur. Menanggapi adanya dugaan kekerasan psikis yang dilakukan oleh anak Kepala Desa, pembina dan sekaligus penanggung jawab Harnasnews, Dr. Adi Suparto sangat mengecam adanya tindakan arogansi yang diduga dilakukan oleh anak Kades. Adi mengatakan, bahwa wartawan adalah pilar keempat dan profesi wartawan adalah dilindungi undang-undang. Sepanjang wartawan itu bekerja sesuai dengan kaidah jurnalistik dengan mengedepankan etika jurnalis, kata Adi, tidak siapa pun orangnya harus menghargai profesi wartawan. “Sesuai undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999, sudah jelas, bagi siapa saja yang menghalangi kinerja wartawan ada pidananya, jadi tidak main-main. dan ini sudah diatur undang-undang,” jelas Adi. Untuk itu Adi meminta agar aparat kepolisian segera menindaklanjuti adanya laporan terkait dengan tindak kekerasan kepada wartawan yang diduga dilakukan oleh anak Kepala Desa. “Kami meminta polisi segera bertindak dengan cepat atas laporan tersebut,” pungkas Adi. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar