Tim Dialog Otsus DPR PB Gelar Dialog Otsus Bersama Tokoh Masyarakat

  • 05 Juni 2017 13:28 WITA

Males Baca?
MCW News, Sorong | Tim dialog Otonomi Khusus (Otsus) Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR PB) mengelar dialog bersama Tokoh Masyarakat tentang pelaksanaan Otonomi Khusus di Kota Sorong, yang berlokasi di Kampus Bukit Zaitun, Senin (05/06) Ketua Tim Dialog Otsus yang juga sebagai Wakil Ketua 1 DPR Papua Barat, Drs. JA Jumame, MM saat diwawancari usai kegiatan mengatakan bahwa tim dari DPR Papua Barat mendapatkan tugas di Sorong harus melakukan sosialisasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, mahasiswa, PNS, pemuda dan RT/RW, dalam rangka untuk menperoleh masukan aspirasi saran dan usul kemudian kami pakai untuk membahas penyusunan peraturan daerah khusus (Perdasus) dan peraturan daerah provinsi (Perdasis) yang telah disiapkan. Namun apa yang sudah disiapkan oleh pihaknya tidak cukup harus ada pengujian di masyarakat tapi harus ada saran dan usul lagi. "Untuk itulah kami sudah membuat pertemuan disini dan sudah banyak sekali masukan yang mereka kasih. Itu yang akan kami gunakan untuk menyelesaikan penyusunan peraturan daerah khusus (Perdasus) dan peraturan daerah provinsi (Perdasis)," terang Jumame. Mantan Walikota Sorong itu juga membeberkan rancangan Perdasus dan Perdasis tersebut ditargetkan akan rampung dalam waktu dekat. "Selesainya dalam tahun ini, bisa-bisa juga dalam satu atau dua bulan kedepan," beber Jumame. Jumame menambahkan Rancangan Perdasus dan Perdasis tersebut sudah mulai rampung. Kegiatan ini, menurutnya, hanya sebagai tambahan untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. "Tidak enak kalau kita menyusun ini dengan sepihak, rakyat harus memberikan aspirasinya kepada kami," tambahnya Sementara itu menurut Aminadap Asmuruf, S.Ip, M.Si menerangkan, pertemuan hari ini adalah sosialisasi Perdasus tentang transfer daerah terkait dengan dana Otsus 70 persen untuk kabupaten dan kota. Dikatakannya juga selama ini transfer itu dilakukan hanya mengandalkan peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Papua Barat. "Belum ada Perdasus. Harusnya ada Perdasus dulu, makanya baru kali ini mencoba untuk melakukan dialog otsus ini untuk mendapatkan masukan dari berbagai element masyarakat terkait dengan rencana penyusunan atau pembahasan Raperdasus terkait transfer dana Otsus," ujar Asmuruf Menurutnya kegiatan ini bukan baru pertama kali dilaksankan. Kegiatan seperti ini biasanya digelar setiap Perdasus tentang pembahasan apapun tetap akan dilakukan. "Kalau hari ini, terkait dengan penyusunan materi atau input dari masyarakat terkait dengan penyusunan Perdasus atau pembahasan yang dilakukan dalam waktu dekat. Jadi Ini bukan pertama kali, jadi kami sudah sering monitoring otsus itu sendiri, lakukan sosialisasi dimana-mana," imbuh Asmuruf Asmuruf menilai, perdasusnya ini sendiri belum diterapkan untuk menjadi sebuah produk peraturan daerah. Ia mengharapkan dengan adanya perdasus itu, nanti gubernur bisa mengeluarkan Pergub. "Jadi tanpa ada perdasus gubernur tidak bisa mengeluarkan Pergub. Selama ini kita jalan dengan memakai Pergub untuk tahan-tahan, walaupun itu salah tapi apa boleh buat menunggu perdasus kapan lahirnya sementara uangnya selalu ada yang harus dibelanjakan untuk prioritas otsus itu seperti pendidikan, kesehatan, insfastruktur dan peningkatan ekonomi rakyat di provinsi Papua barat," pungkasnya "Sidang pertama tahun 2017 ini salah satu dari pada sejumlah rancangan perdasus dan perdasis yang disiapkan salah satunya terkait dengan trasfer daerah ini, jadi salah satunya, pasti dalam waktu dekat dilakukan pembahasan. Jadi materi-materi ini menambah bukan hanya di kota Sorong melainkan di seluruh kabupaten kota yang sementara DPR melalaikan dialog yang sama nanti kita akan kaji lagi di DPR, ketika materi itu dibagi akan dan dilakukan pembahasan maka akan ada masukan-masukan dari masyarakat untuk memperkaya peraturan daerah dari perdasus itu sendiri,"tambahnya Adapun Tim dialog Otonomi Khusus (Otsus) Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DPR PB) antar lain terdiri dari, Drs. JA Jumame, MM, M.Sanusi Rahaningmas, S.Sos, Matheos E. Selano, ST, MM, Harianto, ST (dapil MKW) Aminadap Asmuruf, S.Ip, M. Si, Yonadap Trogea, Imanuel Yenu. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar