Proyek Puskesmas Brangsong senilai Rp 2,6 Milyar Hanya Berupa Kerangka Beton?

  • 06 Juni 2017 00:55 WITA

Males Baca?
MCW News, Kendal | Sungguh terlalu! Ungkapan itulah yang mencuat setelah menyaksikan Proyek Pembangunan Puskesmas Brangsong Kabupaten Kendal yang menghabiskan uang rakyat senilai Rp 2,6 Milyar yang hanya berupa kerangka betonisasi. Sehingga otomatis seluruh layanan puskesmas Brangsong selama setahunan dipindahkan operasionalnya ke salah satu rumah warga dan Puskesmas Pembantu ( PUSTU) yang lokasinya terpisah dengan jarak hampir 1 kilometer baik dari barat maupun timur dari lokasi puskesmas semula yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta, Kendal. Namun hal ini dibantah Pihak Plt Dinas Kesehatan Kendal, Yani yang menjelaskan jika proyek pembangunan Puskesmas Brangsong tersebut memang dilakukan secara bertahap yang pada tahun 2016 lalu di anggarkan sebesar Rp 2,6 Milyar. "Untuk puskesmas Brangsong dilakukan tahap 1 tahun 2016 lagi Rp 2,6 milyar dan ini dilanjutkan di tahun 2017. Insya Alloh bulan ini di lelang via ULP," tuturnya. Kemudian Yani pun menegaskan jika pelayanan kepada pasien tetap berjalan sebagaimana biasanya, karena pihaknya telah mengontrak rumah serta menggunakan Pustu guna operasional. "Sewanya Rp 3 juta setiap bulan. Tapi kita juga pakai pustu untuk pelayanan rawat jalan," imbuhnya. Ditempat terpisah, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Tengah, Mastur Darori menyesalkan pihak Pemerintah Kendal yang tidak pernah berubah dalam melakukan perencanaan pembangunannya selama ini yang banyak gedung tidak dapat difungsikan dengan baik, bahkan banyak yang mangkrak. "Itu khan sama dengan korupsi , menghambur-hamburkan uang Rakyat. Makanya perlu segera diusut tuntas oleh pihak penegak hukum setempat ," tuturnya melalui handphonenya kepada MCW. Sebagaimana diketahui selama setahun ini Gedung Puskesmas Brangsong Kendal yang terletak di jalan Pantura Timur Kendal operasional layanan pasiennya dipindahkan ke rumah warga yang kurang representatif untuk layanan medis. Hal ini dilakukan, karena Gedung Puskesmas Brangsong lama diambrukan untuk dibangun gedung yang baru yang menguras uang rakyat sebesar Rp 2,6 Milyar pada Tahun 2016. Namun sangat disesalkan hingga kini proyek pembangunan Puskesmas tersebut belum kunjung usai dan hanya berupa kerangka beton yang selesai dikerjakan. Sehingga hingga kini Puskesmas yang didanai dari APBD Kendal tersebut belum bisa melayani pasiennya dalam waktu dekat ini. Karena ternyata masih ada pekerjaan lanjutan untuk menyelesaikan pembangunannya dan saat ini baru dilakukan proses lelang lagi di ULP. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar