Disnakertrans Kab. Sukabumi Kurang Tanggap, PT. Daehan Global Diduga Langgar UU Ketenagakerjaan!

  • 12 Juni 2017 00:09 WITA

Males Baca?

MCW News, Sukabumi | Niat baik PT. Daehan Global terkait dalam penyelesaian permasalahan pemutusan hubungan kerja perusahaan tersebut kepada para eks karyawannya, hingga saat ini tak kunjung dipenuhi. Padahal, jika ditilik dari kasusnya sudah berjalan lebih dari setahun. Namun anehnya, Disnakertrans Pemkab Sukabumi yang semestinya menjadi pelindung bagi para buruh dan karyawan, ketika buruh tersebut diperlakukan secara sewenang-wenang oleh pihak perusahaan. Justru terkesan instansi ketenagakerjaan itu, malah berdiam seribu bahasa. Bahkan sepertinya Disnakertrans sengaja tutup mata, terhadap berbagai persoalan yang terjadi di PT. Daehan Global. Dan, para eks buruh PT Daehan Global pun mengadukan kasus tersebut kepada organisasi Persatuan Pekerja Informal Seluruh Indonesia (PERPISI). Selanjutnya PERPISI berencana akan membawa kasus yang menimpa para eks karyawan PT Daehan Global tersebut ke Kantor Kementerian Tenaga Kerja RI di Jakarta. Disebutkan bahwa kesemerawutan managemen yang terjadi di dalam penanganan masalah ketenagakerjaan di PT. Daehan Global memang sudah terjadi sekian lama. Bahkan, hingga saat ini penanganannya tak pernah selesai. Hal tersebut disebabkan oleh sistem management yang berjalan secara sendiri-sendiri pada masing-masing bagian yang ada pada struktur organisasi perusahaan tersebut. Sehingga ketika perusahaan itu tengah menghadapi masalah, akhirnya menjadi saling lempar tanggung jawab. Mencuatnya pemberitaan tentang ketidakharmonisan antar bagian yang terjadi didalam tubuh perusahaan milik Korea tersebut, berawal ketika wartawan MCW Biro Sukabumi tengah melakukan konfirmasi kepada PT. Daehan Global, yang terletak di Jl. Raya Karang Tengah Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Medio Mei 2017 lalu. Wakil General Manager PT. Daehan Global, Andri berkilah bahwa dirinya kurang tahu menahu seputar permasalahan yang saat ini dikeluhkan oleh para eks karyawan PT Daehan Global. “Terus terang saya kuarang tahu menahu, sehingga saya tidak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut. Namun, jika yang ditanyakan adalah seputar permasalah keuangan, tentu anda bisa tanyakan langsung kepada bagian accounting,” paparnya. Menyikapi ucapan yang dilontarkan Andri, semua seolah telah menjadi suatu jawaban tentang adanya ketidakefiesienan yang terjadi dalam lingkungan management PT. Daehan Global, sehingga terindikasi perusahaan tersebut melakukan pembiaran, atau diduga melakukan kesengajaan menelantarkan para eks PT. Daehan Global yang saat ini tengah menuntut haknya. Sedangkan kalau melihat segi tanggung jawab semua sudah sepantasnya menjadi suatu bentuk hal yang harus dipertanggungjawabkan oleh jajaran management perusahaan. Bukan sebaliknya, saling melempar tanggung jawab, hal ini jelas bertentangan dengan ketentuan UU Nomor 13 tahun 2003. Dimana ada sanksi secara pidana juga perdata jika kedapatan dan terbukti secara hak melakukan pelanggaran terhadap ketentuan hukum Undang-Undang tentang ketenagakerjaan tersebut. (timmcwnews)



TAGS :

Komentar