PT. Tas Engenering Cemari Lingkungan, Warga Keluhkan Pembuangan Diduga Limbah B3!

  • 12 Juni 2017 00:16 WITA

Males Baca? MCW News, Tambun Selatan | PT. Tas Engenering yang terletak di Jl. Inspeksi Kalimalang KM 22, Kp. Pakopen, Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, dikeluhkan oleh warga yang tinggal disekitar lingkungan perusahaan. Ditengarai PT. Tas Engenering membuang limbah B3, yang berdampak menimbulkan bau yang tidak sedap, juga merusak kontur tanah dan pepohonan yang tumbuh disitu menjadi terancam mati. Seorang warga sekitar yang tinggal di lingkungan RT 01 RW 01, yang namanya minta untuk tidak dipublikasikan oleh MCW menjelaskan, bahwa pihak warga sudah mencoba untuk mempertanyakan terkait pembuangan limbah oleh PT. Tas Engenering yang diduga tanpa melalui tahapan treatment terlebih dahulu, yang ditengarai dapat merusak lingkungan. Namun, nampaknya perusahaan yang bergerak dalam industri pembuatan karoseri itu, tidak menggubris keluhan warga, sehingga menjadikan warga sekitar perusahaan menjadi kesal, dan berencana akan melakukan demo terkait keberadaan perusahaan tersebut jika tidak juga mengindahkan keluhan warga sekitar. “Oleh karena itu kami menghimbau kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, untuk menindak tegas PT. Tas Engenering karena diduga sudah melakukan pencemaran berat. Selain itu, jika pihak aparat berwenang juga masih tetap cuek bebek terhadap dugaan kasus pencemaran itu, jangan salahkan jika warga mengambil sikap sendiri!” keluh warga itu kepada MCW dengan nada kesal, pada Senin pagi, (12/6/2017). PT. Tas Engenering, adalah perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 2005 dan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan industri karoseri untuk jenis kendaraan alat berat, seperti karoseri Dump Truck, Water Tank Truck, Arm Roll Hook Lift Truck, Truck Crane, dan juga pengerjaan untuk karoseri Fuel Tank. Jika terbukti PT. Tas Engenering membuang limbah B3 tanpa melalui proses dan juga tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009. Tidak menutup kemungkinan perusahaan tersebut akan mendapat sanksi hukum, dimana sanksi tersebut selain berupa pidana penjara juga dalam bentuk denda perdata. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar