Pengusutan Dugaan Korupsi Pembelian Oudtrap Semarang Rp 8,7 Milyar Lelet?

  • 12 Juni 2017 08:36 WITA

Males Baca? MCW News, Semarang | Proses penanganan kasus dugaan adanya korupsi dalam pembelian gedung tua Oudtrap di Kota Lama Semarang sebesar Rp 8,7 milyar dinilai banyak pihak lelet dan kini nyaris tak terdengar. Padahal, sebelumnya Sekretaris KP2KKN Semarang, Eko Haryanto kepada pers menyatakan keprihatinannya atas kasus pembelian gedung oudtrap oleh Pemerintah Kota Semarang yang tidak transparan. Sehingga harga pembeliannya terlalu mahal, karena sebelumnya gedung tersebut pernah dilelang oleh salah satu bank dengan harga Rp 2,4 Milyar yang tidak laku-laku. "Namun ketika dibeli pihak Pemkot Semarang, malah harganya semakin mahal mencapai Rp 8,7 milyar," ungkapnya saat itu. Selanjutnya kasus ini sebagaimana pemberitaan diberbagai media pernah dilakukan pengusutan, baik oleh Pihak Polda Jateng maupun Kejaksaan Tinggi Jateng. Namun hingga kini kasus tersebut terkesan lelet penanganannya, bahkan nyaris tak terdengar. Dan ketika hal ini dikonfirmasi ke pihak Kejaksaan Tinggi Jateng melalui Humasnya Sugeng justru dirinya tidak tahu menahu adanya kasus tersebut dan menyarankan agar segera memberikan surat baru guna pengusutannya. "Saya belum dapat informasi, silahkan buat surat lagi aja Pak," ujarnya sambil tersenyum. Ditempat terpisah Aliansi Gerakan Anti Korupsi ( GERAK) Jawa Tengah yang dikomandani Akhmad Robani Al Bar menyatakan dukungannya atas kasus ini diusut tuntas. "Setuju diusut tuntas," ungkapnya. Diketahui kasus pembelian gedung tua Oudtrap yang terletak di Jalan Taman Srigunting No. 3B kawasan kota lama semarang ini pernah ditawarkan oleh Pemiliknya, Budi Pranoto melalui salah satu bank senilai Rp 2,4 Milyar. Namun saat dibeli pihak pemerintah kota semarang justru harganya meroket hingga Rp 8,7 milyar yang diduga ada mark up dalam proses pembelian gedung tersebut. Dan disinyalir dananya pun mengalir ke berbagai pihak, termasuk ke Walikota Semarang. Kemudian saat MCW News melakukan konfirmasi dengan menyambangi Balaikota Semarang, justru Sang Walikota Semarang tidak bisa ditemui, karena ada rapat. "Maaf, Bapak masih ada rapat," ujar petugas ke MCW. (Timmcwnews)


TAGS :

Komentar