Aktivis GERAK Jateng Tolak Hak Angket DPR Terhadap KPK

  • 18 Juni 2017 00:28 WITA
Males Baca? MCW News, Semarang | Puluhan aktivis anti korupsi yang tergabung dalam aliansi Gerakan Anti Korupsi (GERAK) Jateng, sepakat menolak Hak Angket DPR RI yang diduga untuk melemahkan KPK Menurut koordinator Aliansi GERAK Jateng, Akhmad Robani Albar, Sabtu, 17/6, menegaskan. "Kegiatan ini dilakukan sebagai respon atas ulah para koruptor yang semakin gencar untuk memberangus KPK , makanya perlu ada perlawanan yang tegas, terhadap "oknum" yang akan melemahkan KPK Kami siap perang melawan koruptor, dan salah satunya menolak hak angket DPR RI, Bahkan dalam diskusi publik ini disepakati petisi hukuman mati bagi para koruptor yang korupsi minimal Rp 1 miliar, kami buat petisi hukuman mati dan pemiskinan para koruptor, yang akan dikirim ke Presiden Jokowi Hal senada juga disampaikan Tokoh Pati, Riyanta yang mendukung penuh kegiatan yang dilakukan para aktivis Jateng untuk terus berjuang melawan para koruptor, yang kini telah semakin masif dengan berbagai cara untuk melemahkan KPK, sementara itu Wakil Sekretaris GNPK Jateng, Suratman menegaskan. "Pihaknya selama ini terus berupaya berjuang untuk memerangi para koruptor, baik langsung maupun tidak langsung, kami ikut mendukung hukuman mati bagi koruptor dan penolakan hak angket DPR yang melemahkan KPK tersebut, "ujar Suratman Ditempat terpisah Aktivis Batang, Datok Sasana mengapresiasi perjuangan teman-teman aktivis Jateng yang berusaha keras, untuk terus berperang melawan para koruptor, saya salut dengan teman-teman tokoh senior Jateng, "tegas Datok melalui telpon kepada MCW News. Kegiatan para aktivis Jateng ini telah menjadi viral di group medsos, karena para aktivis menghendaki agar secepat mungkin dilakukan konsolidasi guna merespon ulah para koruptor yang telah menabuh genderang untuk melemahkan KPK. Kemudian beberapa aktivis anti korupsi Jateng juga berinisiatif melakukan perlawanan secara konstitusional dengan membuat petisi hukuman mati bagi para koruptor yang akan dikirim ke Presiden Jokowi, didukung beberapa aktifis yang turut menyepakati petisi tersebut, yakni A.Robani Albar, LBH GAPURA Jateng, Karmanto LSM GAN Kota Semarang, Hery Wongso LSM PHI, Joko Prahoro *DPW Gemuruh NasDem Jateng, Bang Alvi AJT, Budi Suprihanto, LSM GP RI, Silas Subarjo, S.H LSM GAN Indonesia Pusat, Yohanes Sugiwiyarno LSM GAMPAR Kab.Semarang, Bung Joko GMPK Kota Semarang, Kantor Advokat Nanda Tanjung, Setyawan Budi Wahyono, S.H, Yoyon Sudiyono Untag, Teguh Susanto Aktifis Pemerhati Buruh, Supriyanto PUK KSPN PT. H & G, Sri Pudji. A PUK KSPN PT.GBI, Norkholis JPKP, Aktivis Wanita ( tdk mau di sebut nama), Eko Hariyanto KP2KKN, Nur Yahya SBSI Banjarnegara, Eko Hariyanto Gempita Demak, M. Ahsin Gerbang Semarang, Eggiansyah El Islamy PRP, Didik Kesatuan Buruh Marhaenis, Riyanta LBH Budi Utomo Pati, Harini LSM PPI, Nur Azis Muslim LSM Geram, Bung Arif KP2KKN, KH Ulinuha. Gardu Abang, Mursodo, SCTV Semarang, Agus Hermanto, INDOSIAR Semarang, Bayu Ependy PERINTIS Jateng, Havid Sungkar GNPK- RI Jateng, Rony Acin LSM Gapura Demak, Nasta dan Agus KOMPAK Jateng Didik Junaidi DPW PSI Jateng. Suratman, SH. GNPK Jateng, Sonhaji MPII (Majelis Pemuda Islam Indonesia) dan Dato Sasana Aktivis Batang Dengan harapan penuh, agar Presiden Jokowi dapat memberikan tanggapan atas petisi dari para tokoh aktivis anti korupsi ini, sehingga KPK tetap kokoh dalam memberangus para koruptor tersebut. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar