Kasus Korupsi Intalasi Biogas Segera Diajukan ke Kejari

  • 18 Juni 2017 07:06 WITA
Males Baca?

MCW News, Sumbawa Barat | Kepolisian Resort (Polres) Sumbawa Barat segera akan mengajukan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri Sumbawa, terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi instalasi biogas. Sementara ini, ada tiga nama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang terjadi pada 2013 lalu. Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana SIK, seijin Kapolres Sumbawa Barat menjelaskan, ketiga tersangka tersebut yakni, TM Direktur PT AS dalam kasus ini, dia bertindak sebagai konsultan pelaksana, sedangkan mantan Kepala Dinas ESDM 2013, HJ sebagai PPK, dan AN merupakan konsultan perencana program. Jadi penetapan terhadap ketiga tersangka tersebut, tentu sudah melalui prosedur dan pemeriksaan saksi-saksi. Baik itu melalui pengumpulan alat bukti, maupun gelar perkara terhadap kasus tersebut. “Disitu kami melihat ada perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilakukan oleh ketiga oknum tersebut, sehingga kita tetapkan mereka sebagai tersangka. Bahkan Kejaksaan sudah meminta kepada kami untuk segera mengirimkan surat tersebut, untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya. Kasat Reskrim mengatakan, yang menjadi objek perkara dalam kasus ini, ketika pembayaran pada termin pertama seharusnya sudah selesai 45 persen. Tetapi, setelah dilakukan audit dan ahli dari ESDM, ternyata pelaksanannya tidak sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan. Sementara dalam dalam pengerjaan instalasi proyek biogas ini ditaksir menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar. Sedangkan yang menjadi temuan, dimana saat penghitungan, terjadi kerugian negara akibatkan kasus ini sekitar Rp 360 juta. “Kasus ini kita tangani bukan karena tidak sesuai spesifikasi, melainkan pengerjaan instalasi proyeknya tidak selesai sesuai dengan termin yang telah ditetapkan dan ditaksir menghabiskan anggaran sekitar Rp 360 juta,” tegas Kasat. Kata dia, dari data yang ada, kasus ini sudah terjadi sekitar 2013 lalu, pada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbawa Barat. Sementara proyek tersebut mulai diusut aparat penegak hukum sejak November 2015. Hal tersebut teridentifikasi bermasalah setelah adanya laporan masyarakat, dengan nomor LP/84/III/2015/NTB/RES KSB. “Dimana program yang menelan anggaran Rp 1,2 miliar tersebut, sampai dengan saat ini tidak kunjung digunakan. Bahkan, barangkali sisa fisik dari instalasi proyek biogas ini sudah tidak ada,”pungkas I Putu Agus. (timmcwnews)



TAGS :

Komentar