Ajakan MOU Bupati Kendal dengan LSM Dipertanyakan?

  • 28 Juni 2017 16:40 WITA

Males Baca?
MCW News, Kendal | Ditengah semakin menegangnya hubungan Bupati Kendal dengan para aktifis LSM Kendal. Kini muncul wacana baru yang digulirkan pihak Pemerintah Kabupaten Kendal untuk melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Forum Komunikasi (FORKOM) LSM Kendal guna menyepakati tehnis pengawasan terhadap Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) Kendal. Namun ajakan yang disampaikan Kepala Kesbangpolinmas Kendal, Fery F Bonai tersebut ibarat bertepuk sebelah tangan. Karena para aktifis LSM Kendal justru mempertanyakan payung hukumnya. "Saya pun bingung apa yang dikehendaki Bupati Kendal yang dimaksud kesepakatan ini , coba nanti saya tanyakan dulu sama beliaunya," ujar Fery dalam dialognya di pendopo Kendal. Sementara itu Ketua FORKOM LSM Kendal, Maksum mengungkapkan keheranannya atas rencana Bupati Kendal untuk membuat kesepakatan dengan LSM Kendal. "Kalau sifatnya untuk memberdayakan itu gak masalah, tapi kalau nantinya justru memperdaya LSM. Itu yang kami prihatin," ujarnya. Senada juga disampaikan Ketua LSM Progres, Bambang yang meminta agar pemerintah Kendal tidak terburu-terburu dengan pembuatan kesepakatan ini. "Kami akan rembug dulu dan akan membuat tim perumus untuk ini mas," tuturnya. Selanjutnya Aktifis LSM lainnya pun, Imam dan Yulius mempertanyakan urgensi dan payung hukum rencana pembuatan kesepakatan Bupati Kendal dengan LSM Kendal. "Kami perlu payung hukumnya, karena tugas LSM khan sudah jelas mengawasi pemerintah," tandasnya. Bahkan Ketua Lasykar Anti Korupsi ( LAKI) Jateng, Suroso justru menyesalkan sikap Bupati Kendal yang akan membuat kesepakatan dengan LSM yang bisa memunculkan korupsi baru. "Kami ini kan mengawasi pemerintah, masak harus dibuat kesepakatan. Nanti kita bisa jadi ikutan korupsi," tegasnya. Dalam pantauan MCW News memang belakangan ini Bupati Kendal sedang membuat manuver guna menetlarisir peran aktifis LSM Kendal yang kerap melakukan kritik dan kontrol atas jalannya pemerintahan kendal. Dan hal ini pun dilakukan Bupati Kendal terhadap komunitas Wartawan Kendal agar ada MOU dalam pemberitaannya. Namun dikabarkan kedua komunitas tersebut setelah dikumpulkan dalam waktu bersamaan di Gedung Pemeritah kabupaten Kendal (jumat, 23/6) lalu. Dan hingga ditulisnya berita ini belum ada kesepakatan, baik antara forum wartawan maupun Forkom LSM Kendal dengan pihak Bupati Kendal. Dan sebelumnya memang tersiar kabar diduga progres report pemerintahan Kabupaten kendal di kuartal 1 (satu) ini yang terlaksana hanya dikisaran 10 persen. Kemudian Kendal pun dalam raihan Adipuranya mendapat nilai terpuruk peringkat 3 (tiga) terbawah dari 35 (tiga puluh lima) kabupaten/kota se Jawa Tengah. Belum lagi disharmonisasi antara Kepala Daerah dengan Wakilnya serta Para Anggota DPRD Kendal pun semakin memprihatinkan yang dapat menghambat proses pembangunan kendal. Diduga karena berbagai persoalan itulah, maka pihak Bupati Kendal perlu merangkul semua pihak agar dapat terkondisikan. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar