Pemprov Jabar Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat Untuk Bangun Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya

  • 01 Juli 2017 08:12 WITA

Males Baca?
MCW News, Bandung | Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengusulkan rencana pembangunan jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya atau Tol Cigatas. Jika pembangunan jalan tol tersebut terealisasi, diyakini bisa menjadi solusi kemacetan di jalur selatan Jabar yang selama ini kerap terjadi. Selain itu, pembangunan jalan tol inipun ditengarai dapat mempersingkat waktu dan juga jarak tempuh. Kendati demikian, rencana pembangunan jalan tol sepanjang 100 KM tersebut, masih menunggu keputusan pemerintah pusat, agar bisa diagendakan sebagai proyek strategi nasional. Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan saat ditemui MCW usai meninjau arus balik di Cileunyi, Bandung, Jawa Barat, pada Jumat 30 Juni 2017 kemarin. "Kita masih menunggu persetujuan dari pusat, terkait rencana pembangunan jalan tol tersebut, mudah-mudahan kalkulasi perhitungannya bisa masuk akal investor,” ujar Aher kepada awak media. Aher mengakui saat ini, solusi kemacetan di Nagreg maupun Gentong yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari, memang membutuhkan adanya pembangunan infrastruktur sesegera mungkin. Pemprov Jabar dalam hal ini, sudah mengusulkan pel?ebaran jalan hingga ke Tasikmalaya. Dimana rencana yang diusulkan dalam pelebaran jalan ini tidak sebatas hanya jalur Limbangan- Gentong saja, melainkan juga dari Gentong ke Tasikmalayapun, harus dilebarkan secara menyeluruh. Ditegaskan Aher, untuk solusi jangka pendek Pemprov Jabar saat ini tengah melaksanakan sistem manajemen trafik. Dimana manfaat dari fungsi manajemen trafik ini, dinilai Aher, sangat efektif dalam rangka mengurai kemacetan, ketika ada kepadatan lalu lintas yang terjadi di jalur selatan. "Sementara ini, tidak ada cara lain kecuali itu. Karena pada hari-hari biasapun di Gentong dan Limbangan sudah terbiasa macet. Apalagi sekarang dalam suasana arus mudik dan balik, jadi perlu antisipasi maksimal,” ujar Aher kepada MCW menjelaskan. Heryawan pun mengingatkan, arus balik harus diwaspadai karena jumlah pengguna jalan menjadi berlipat ganda. Selain pemudik, ditenggarai juga banyak warga lokal yang melakukan perjalanan wisata ke daerah Selatan, seperti ke Garut, Tasikmalaya dan juga Pangandaran. "Juga harus waspada. Soalnya, ketika mereka pulang masih bersamaan dengan arus balik. Ini harus menjadi perhatian intansi terkait, mengingat arus pulang masih bersamaan dengan arus balik. Namun, kendatipun itu secara umum, justru ada terjadi penurunan baik dalam data kecelakaan yang meninggal dunia maupun yang luka-luka. Angka penurunannya pun cukup signifikan, yakni sekitar 50 persen dibanding tahun lalu,” ujarnya. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar