Sanusi Rahaningmas Kutuk Penikaman Anggota Brimob

  • 02 Juli 2017 11:42 WITA

Males Baca?
MCW News, Sorong | Ketua Fraksi Persatuan Bangsa (Partai PKB dan PKPI) DPR Papua Barat, M. Sanusi Rahaningmas, S.Sos, MM.Sip mengutuk insiden terhadap penikaman dua anggota Brimob usai melaksanakan sholat Isya di Masjid Falatehan Jakarta Selatan, Jumat (30/6) lalu. "Saya secara pribadi dan institusi sebagai anggota DPR Ketua Fraksi Persatuan Bangsa yang terdiri dari Partai PKB dan PKPI, mengutuk perbuatan keji yang mengatasnamakan umat," ujar Sanusi Rahaningmas pada kegiatan Syukuran dan Halal Bihalal di Melati Raya, Jalan Basuki Rahmat KM.9,5, Kota Sorong, Sabtu (01/07) Sanusi menyakini, agama manapun tidak pernah mengajarkan untuk saling membunuh, suku manapun, orang tua manapun tidak pernah mengajarkan hal itu. "Semuanya mengajarkan kita untuk suatu kebaikan. Tetapi kalau itu perilaku hawa nafsu yang dirasuki setan dan iblis jangan mengatasnamakan umat. Apalagi mengatasnamakan umat Islam atau agama Katolik, Kristen manapun bagi saya itu suatu hal yang tidak benar dan tidak terpuji," terang Sanusi "Oleh sebab itu, perilaku yang sedemikian itu kalau mengatasnamakan umat hukum yang akan mengadili dia. Saya yakin dan percaya tidak ada umat yang melakukan seperti itu," tambahnya Provinsi Papua Barat yang baru-baru ini mendapatkan predikat tingginya rasa toleransi di Indonesia ini menjadi suatu penghargaan, penghormatan, dan satu kebanggaan bagi provinsi yang didiami terdiri dari berbagai golongan, agama, suku yang kurang lebih 150 suku. "Di Papua Barat ini menjadi teladan, contoh, motivasi, motivator, buat seluruh provinsi di Indonesia ini dalam hal bertoleransi. Kita angkat jempol berbangga. Walau meskipun berbagai hal bertahun-tahun yang lalu banyak isu dan insiden yang mengatas akan agama tapi insya Allah tokoh-tokoh agama bersatu bersama Pemerintah dan TNI Polri bisa menyelesaikan hal itu," ujarnya Sesuai dengan slogan Papua Barat membagun dengan sistem "Satu Tungku Tiga Batu", yang berarti satu tungku yaitu satu provinsi sedangkan tiga batu itu tiga agama terbesar (Islam, Kristen Protestan, Katolik, kemudian dibelakangnya itu ada agama-agama lain Hindu dan Budha Sebagai salah satu daerah yang memiliki toleransi yang cukup tinggi, Sanusi menghimbaukan kepada warga di Papua mempertahankan rasa toleransi tersebut. "Sebagai wakil rakyat, tokoh agama, wakil kepala suku Key yang ada di provinsi Papua Barat menghimbau kepada seluruh umat, seluruh masyarakat yang mendiami provinsi Papua Barat mari kita mempertahankan, mari kita bahu-membahu, bertoleransi. Ia juga mengapresiasi salah satu kepala daerah di wilayah Papua Barat yang ikut memimpin malam takbiran yang notabenenya non muslim. "Saya bangga dengan peristiwa pada malam takbiran kemarin, ada salah satu wakil bupati di Papua ini yang non muslim tapi dia memimpin takbiran dan hampir seluruh Pemuda Nasrani, Pemuda Katolik, turut mem-backup keamanan dan lain-lain. Sehingga Alhamdulillah selama takbiran di Papua Barat tidak terjadi insiden yang tidak yang diinginkan itu menandahkan bahwa kehidupan beragama dan permasyarakatan di provinsi Papua Barat pada umumnya itu mendapatkan penghargaan di Pemerintah pusat sebagai masyarakat yang bertoleran tinggi di negara ini," pungkas Sanusi. (timmcwnews)


TAGS :

Komentar