GNPK RI Semarang Akan Ingatkan Pemerintah yang Korupsi

  • 02 September 2017 12:03 WITA

Males Baca? MCW News, Semarang | Ditengah semakin maraknya kasus-kasus korupsi di Jawa Tengah, termasuk di Kota Semarang yang belakangan ini penanganannya semakin meredup dan kondusif. Maka kehadiran Ormas Anti Korupsi di Kota Lumpia ini semakin dibutuhkan guna melakukan kontrol atas kebijakan Pemerintahan Kota Semarang yang diduga menyalahi peraturan perundangan-undangan yang berlaku. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi (GNPK) RI Kota Semarang, Johan. AB yang mengungkapkan keseriusannya untuk turut serta dalam pencegahan korupsi di Kota Semarang. "Intinya kami membantu pemerintah dalam pencegahan korupsi dan yang disinyalir menyalahi peraturan," ujarnya kepada MCW News Jateng. Bahkan Johan pun tak segan-segan akan mengingatkannya, jika ada yang melanggar. "Kami akan mengingatkan mereka dengan mengklarifikasi pejabatnya," imbuhnya. Sementara itu, Ketua Umum GNPK RI, Basri Budi Utomo menegaskan bahwa pihaknya akan selalu bekerjasama dengan pemerintahan kota semarang guna mewujudkan kesejahteraan bersama, namun jika ada yang melakukan pelanggaran pihaknya akan juga melakukan pembinaan. "Tapi kalau sudah tidak bisa dibina, maka kami akan melakukan kerjasama dengan aparat penegak hukum," tuturnya. Dan Basri pun menjelaskan, jika GNPK RI selama ini telah terbentuk di 30 Propinsi se- Indonesia dan dananya bukan dari Pemerintah. "Kami tidak menggunakan sumber dana dari pemerintah dalam membentuk organisasi ini," imbuhnya. Selanjutnya pihak Pemerintah Kota Semarang pun dalam sambutannya bersedia membantu GNPK RI untuk melakukan pencegahan korupsi di Wilayahnya. Sebagaimana diketahui, kepengurusan GNPK RI Kota Semarang periode 2017-2022 dilantik dengan beberapa pengurusnya yang heterogen di Gedung TBRS Kota Semarang.(Sabtu, 2/9). Dan rencananya para pengurus yang telah dilantik akan dibekali Bimbingan Tehnis ( BIMTEK) guna memantapkan penanganan tehnis korupsi. "Insya Allah mereka akan dibekali pada tanggal 10/9 di Kota Semarang," pungkas Basri. ( Lendra)


TAGS :

Komentar