BP3 Jayapura Menuju Politeknik Penerbangan Jayapura

  • 20 November 2017 20:17 WITA
Males Baca?

Jayapura | Perkembangan Kelembagaan Kampus BP3 Jayapura, Pada Akhir Tahun 2017 Balai Pendidikan Dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Jayapura kembali mengalami reorganisasi yang mana termuat dalam keputusan  menteri perhubungan Nomor :  PM. 94 Tahun 2017 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Balai Pendidikan Dan Pelatihan Penerbangan Jayapura, bahwa dengan telah ditetapkannya Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura sebagai organisasi pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum, perlu menata kembali organisasi dan tata kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura.

Oleh karena itu, BP3 Jayapura memiliki kedudukan, tugas, dan fungsi yang mana salah satu tata kerja yang termuat dalam Pasal 1 (1). Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura yang selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disingkat BP3 Jayapura merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Kementerian Perhubungan yang berada dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan.  Maka susunan oraganisasi BP3 Jayapura terdiri atas , Kepala, Satuan Pemeriksaan Intern, Subbagian Keuangan dan Umum, Seksi Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan, Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan dan Pelatihan, Divisi Pengembangan Usaha dan Kerja Sama,  Unit Penunjang,  dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Dengan demikian, dengan adanya perubahan susunan oraganisasi di tubuh BP3 Jayapura, maka perlunya peningkatan sumber daya manusia yang cepat dan tanggap dalam kegiatan menyusun program kerja hingga pada tahap pelaksanaannya terutama terhadap pelayanan umum kepada masyarakat, ungkap Genny Luhung Prasojo, SS.,MM. selaku Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura.

Seiring berjalannya waktu, Pada tahun 2017 ini BP3 Jayapura menerima sebanyak 114 taruna/I angkatan II dengan jumlah 21 taruna/I untuk Program studi Aerodrome Control Tower (TWR), 47 taruna/i untuk Program Studi Teknik Penerbangan, dan sebanyak 46 taruna/i Untuk Program Studi AMPO. Dimana, penerimaan taruna/i BP3 Jayapura dibuka bagi lulusan S-1 sederajat untuk Program Studi Aerodrome Control Tower (TWR) dan SMU sederajat bagi lulusan SMU di wilayah Papua, Papua Barat, Maluku serta Maluku Utara. Dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, BP3 Jayapura bekerjasama dengan pihak pemerintah maupun swasta, yang mana hal ini dilakukan untuk saling memenuhi kebutuhan SDM di bidang penerbangan terkhusus di Wilayah Timur Indonesia. Selain itu di Tahun 2017, BP3 Jayapura juga menyelenggarakan beberapa diklat kerjasama serta diklat pemberdayaan masyarakat.

Program Aerodrome  Control Tower, program ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan tentang pelayanan lalu lintas udara yang terdiri dari 5 tujuan pelayanan lalu lintas penerbangan, yakni mencegah tabrakan antar pesawat,  mencegah tabrakan pesawat dengan obstruction di manouevering area, mempercepat dan mempertahankan pergerakan lalu lintas udara, memberikan saran dan informasi yang berguna untuk keselamatan dan efisiensi pengaturan lalu lintas udara dan, memberitahukan kepada organisasi yang berwenang dalam pencarian pesawat yang memerlukan pencarian dan pertolongan sesuai dengan organisasi yang dipersayaratkan. “Untuk para lulusan program ini bertugas sebagai personel di unit ATS (tower) dengan memberikan pelayanan lalu lintas penerbangan kepada pesawat terbang sehingga mencegah terjadinya tabrakan. Selain Ijazah, para lulusan juga dibekali Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Kecapakan Personel dari Ditnavpen.

Program Basic Training Teknik Telekomunikasi Udara, program ini memberikan pengetahuan tentang peraturan penerbangan sipil (Regulasi), Bahasa Inggris Penerbangan, gambar teknik, teknologi mekanik, rangkaian listrik, teknik pengukuran, komputer, elektronika, teknik digital, transmission line dan antena, teknik modulasi, transceiver, komunikasi penerbangan, radio navigasi penerbangan, pengamatan penerbangan (surveillance) serta kalibrasi penerbangan. Selanjutnya program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta sehingga mampu melaksanakan pemeliharaan fasilitas navigasi udara untuk menjamin keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kelancaran penerbangan yang dibekali Ijazah, Sertifikat Kompetensi dan Sertifikat Kecakapan Personel dari Ditnavpen.

Program Aerodrome Multi-Purpose Officer/AMPO memberikan pengetahuan tentang peraturan penerbangan sipil (regulasi), keselamatan dan kesehatan Kerja (K3), meteorology dasar, pengetahuan dasar pesawat terbang, air ground/ground to ground radio telephony (AGGGR), Bahasa Inggris Penerbangan (Aviation English), dasar elektronika, fasilitas telekomunikasi penerbangan, kebandarudaraan, dasar teknik bangunan dan landasan, dasar listrik, fasilitas listrik Bandar udara, dasar mesin, pengenalan dan pengoperasian alat-alat besar, pemeliharaan Bandar udara, basic aviation security (AVSEC), dangerous good tipe A, Basic pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK).

“Program pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada para peserta sehingga mampu mengoperasikan, memelihara/merawat, memperbaiki gangguan/kerusakan ringan fasilitas/peralatan keamanan penerbangan, elektronika bandar udara, fasilitas telekomunikasi penerbangan, fasilitas PKP-PK, fasilitas sisi darat dan fasilitas sisi udara yang berada di bandar udara wilayah Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kelancaran penerbangan.

Selain program pendidikan diatas, BP3 Jayapura pada Tahun 2017 terus melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat bagi warga masyarakat di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura yang menjadi bagian dalam program Badan Pengembangan SDM Perhubungan yang mana ikut serta dalam peningkatan kualitas dan taraf hidup manusia, maka perlu dibekali dengan pendidikan dan pelatihan yang mampu diimplementasikan di dunia kerja," tambah Genny.

Sumber Daya Manusia BP3 Jayapura

Pada kesempatan ini, Ka. BP3 Jayapura menjelaskan bahwa Lulusan yang berasal dari putera-puteri terbaik di Indonesia khususnya di wilayah Timur Indonesia, telah disalurkan ke Perum LPPNPI AirNav Indonesia dan ke Unit Penyelenggara Bandar Udara di daerah Papua dan Papua Barat untuk bekerja dan meraih masa depan yang cerah, yang mana persiapan untuk wilayah kerja para perwira transportasi lulusan BP3 Jayapura telah dipersiapkan dengan  bekerjasama Direktur Personalia dan Umum AirNav bahwa untuk program Aerodrome Control Tower dan Basic Training Teknik Telekomunikasi Udara sangat diperlukan. Selain itu, untuk melengkapi personel di Unit Penyelenggara Bandar Udara maka untuk lulusan AMPO akan disebar dibeberapa UPBU.

Pada Tahun 2016, BP3 Jayapura telah meluluskan 95 perwira transportasi yang saat ini tersebar di berbagai wilayah kerja dengan sebaran berbagai Bandara di Kota Timika, Kota Sorong, Kota Manokwari, Kota Nabire, Kabupaten Dekai, Kabupaten Oksibil, Kabupaten Nindip Tanah, Kabupaten Babo, Kabupaten Dabra, Kabupaten Tanah Merah, Kabupaten Okaba, Kabupaten Kepi, Kabupaten Boeven Digoel, Kabupaten Mamberamo, Kabupaten Bomakia, dan Kabupaten Raja Ampat. Hal ini membuktikan bahwa keseriusan BP3 Jayapura dalam mencetak sumber daya manusia yang siap pakai layak diancungi jempol.

Fasilitas BP3 Jayapura

Keberhasilan dalam mencetak sumber daya manusia yang handal tidak luput dari dukungan fasilitas di Kampus BP3 Jayapura. Adapun fasilitas, sarana dan prasana BP3 Jayapura terdiri dari: 1 unit Gedung Utama; 1 unit Aula dengan kapasitas yang mampu menampung 150 orang; 8 unit ruang kelas dengan kapasitas 20 orang per kelas dilengkapi Full AC; 5 unit Asrama Taruna yang terdiri dari Asrama Alfa, Asrama Bravo, Asrama Charlie, Asrama Delta dan Asrama Echo yang dilengkapi fasilitas TV dan Full AC dengan kapasitas yang telah di renovasi sehingga mampu menampung 152 orang di masing-masing asrama; Tahun ini telah ditambah 2 unit laboraturium dari yang sebelumnya 8 unit sehingga total 10 unit laboratorium dengan kapasitas 20 orang di masing-masing labor yang terdiri dari 1 unit Lab Aviation Security, 1 unit Lab ATC, 1 unit Lab Teknik Bangunan dan Landasan, 1 unit Lab PKP-PK, 1 unit Lab Radio, 1 unit Lab Listrik, 1 unit Lab Bahasa Inggris, 1 unit Lab Komputer dan Multimedia, 1 Lab Fisika, 1 unit Lab Dangerous Group; 1 unit Bengkel dengan kapasitas 20 orang. Selain itu juga terdapat 1 unit Gedung Pembinaan beserta ruang-ruang pembinaan.

BP3 Jayapura didukung oleh peralatan dan teknologi mutakhir. Terdapat 3 simulator baru yang terdiri dari 1 unit Simulator Mobil Pemadam Kebakaran dengan kapasitas simulator 10 orang; 1 unit X-Ray dan Metal Detector dengan kapasitas simulator 10 orang; 1 unit Walkthrough Metal Detector dengan kapasitas 10 orang. Selain itu juga dilengkapi peralatan praktek teknik listrik.

Untuk fasilitas kebutuhan primer, sekunder dan tersier taruna, BP3 Jayapura menyediakan 1 unit ruang makan yang selalu bersih dan tertata rapi yang dapat menampung sekitar ratusan taruna. Kemudian juga dilengkapi sarana olahraga yang terdiri 1 unit lapangan basket dan 1 unit ruang Fitness lengkap dengan peralatan fitnesnya. Bahkan di BP3 Jayapura juga tersedia 1 unit ruang Karaoke untuk sarana rileksasi.BP3 Jayapura juga menyediakan sarana dan prasana ibadah antara lain sebuah Mushola. Selain itu juga terdapat 1 unit Poliklinik di Lembaga Diklat yang bernaung langsung di bawah Kementerian Perhubungan ini.

Dukungan Penuh dari Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan

Kepala BPSDM Perhubungan dalam arahannya memastikan mendukung penuh program-program inovatif yang diterapkan BP3 Jayapura di bawah kepemimpinan Kepala BP3 Jayapura, Genny Luhung Prasojo ini dan berharap seluruh jajaran dan pegawai melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kepala BPSDM juga meminta seluruh pegawai BP3 Jayapura untuk membangun dan mewujudkan BP3 Jayapura menjadi Politeknik Penerbangan Jayapura, yang mana dalam rencananya tahapan BP3 Jayapura akan terlebih dahulu menjadi Akademi Penerbangan Jayapura. Namun, atas persetujuan Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan yang mendukung terlaksananya BP3 Jayapura menjadi Politeknik Penerbangan Jayapura yang diharapkan akan lebih baik dan efisien guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang aviasi. Sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo, pemerataan pembangunan hingga ke penjuru nusantara harus direalisasikan terutama di kawasan timur Indonesia (KTI) termasuk sarana dan prasarana serta personel di sektor aviasi guna mendukung pemerataan tersebut.

BP3 Jayapura menargetkan dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di sektor penerbangan. Oleh karena itu BP3 Jayapura berupaya menggalakkan sosialisasi Sipencatar. Disamping itu BP3 Jayapura juga perlu mengembangkan infrastruktur dan fasilisitas, supaya penciptaan sumber daya manusia di sektor aviasi baik dari segi kuantitas dan kualitas dapat terpenuhi.Tentunya sesuai visinya “Menghasilkan Lulusan Yang Dapat Memenuhi Tuntutan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Dalam Dunia Penerbangan, Menuju Pada Pengakuan Internasional”,oleh karena itu, BP3 Jayapura yang bernaung dibawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) siap menghadapi tantangan akan pembentukan Politeknik Penerbangan Jayapura dan terus berinovasi menghadapi tuntutan masa kini dan tetap berdasarkan tugas pokok melaksanakan pendidikan dan pelatihan profesional di bidang keahlian teknik penerbangan, keselamatan lalu lintas udara dan administrasi penerbangan. BP3 Jayapura telah melahirkan 2.000 SDM berbakat di dunia aviasi dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini.

Apresiasi dan Dukungan Oleh Pemerintah Daerah Provinsi Papua

Melalui pagelaran HUT Hari Perhubungan Nasional Tahun 2017, BP3 Jayapura tampil menunjukkan jati diri sebagai salah satu sekolah dibawah Kemeterian Perhubungan yang patut diperhitungkan keberadaannya diwilayah Timur Indonesia yakni di Provinsi Papua. Melalui parade dalam pasukan upacara Harhubnas, BP3 Jayapura memberikan pertunjukkan terbaiknya kepada Sekretaris Daerah Provinsi Papua T.E.A Herry Dosinaen, S.IP., M.KP serta jajaran. Diantaranya adalah Marching Band, Yel – Yel, serta Display barisan HUT Harhubnas. Sontak pertunjukan ini memberikan kesan pertama yang sangat memukau bagi Sekda Provinsi Papua. Ka. BP3 Jayapura , Bapak Genny Luhung Prasojo dalam kesempatan ini juga memberikan informasi seputar keberadaan Kampus BP3 Jayapura yang menjadi Sekolah Penerbangan di bawah Kementerian Perhubungan yang telah meluluskan 95 perwira transportasi yang telah bekerja saat ini di sebaran wilayah Papua dan Papua Barat, untuk memajukan tranportasi wilayah Indonesia Timur.

Sekertaris Daerah Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen, SIP, MKP memberikan tepuk tangan meriah dan memberikan pesan kepada Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura, untuk segera programkan persiapan BP3 Jayapura menjadi Akademi Penerbangan Jayapura di Papua. Agar Papua memiliki sekolah penerbangan dan Putra/I Papua tidak perlu jauh – jauh mengeyam pendidikan sekolah penerbangan di luar Papua. Untuk itu hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab untuk menyiapkan dan melaporkan apa saja yang diperlukan dan disiapkan untuk dapat segera terealisasi. Tentu saja hal ini, menjadi semangat untuk Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Jayapura, terkhusus Bapak Genny Luhung Prasojo, SS., MM dalam mewujudkan BP3 Jayapura menjadi Politeknik Penerbangan Jayapura ke depannya nantinya.

Dengan banyaknya dukungan untuk BP3 Jayapura, maka dengan tanggap BP3 Jayapura berkoordinasi dengan pemerintah daerah Provinsi Papua untuk menindak lanjuti dukungan penuh pembangunan kampus BP3 Jayapura menjadi Politeknik Penerbangan Jayapura. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda Kota Jayapura, Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Badan Pertanahan Nasional, Badan Linkungan Hidup, serta perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Distrik Jayapura Selatan, serta Kepala Lurah Tanjung Ria.

Hasil Rapat tersebut berkesimpulan bahwa semua elemen yang hadir mendukung penuh BP3 Jayapura menjadi Akademi Penerbangan di Kota Jayapura. Dan ini merupakan komitmen pemerintah Papua mendukung penuh pengembangan dan kemajuan BP3 jayapura untuk kemajuan penerbangan di Papua dan sangat berharap lulusan BP3 Jayapura Siap utk mengabdi tidak hanya di Papua saja namun di seluruh Indonesia.

Bapak Genny Luhung Prasojo, SS., MM, menambahkan pengembangan Akademi Penerbangan Jayapura ini menjadi salah satu bukti bahwa Papua bisa memiliki sekolah penerbangan yang bertaraf Internasional dan dapat mencetak lulusan terbaik seperti Taruna/i Angkatan I BP3 Jayapura yang telah bekerja saat ini di berbagai sebaran wilayah kerja Bandara-bandara Papua saat ini.

Hasil Rapat tersebut berkesimpulan bahwa semua elemen yang hadir mendukung penuh BP3 Jayapura menjadi Akademi Penerbangan di Kota Jayapura. Dan ini merupakan komitmen pemerintah Papua mendukung penuh pengembangan dan kemajuan BP3 jayapura untuk kemajuan penerbangan di Papua dan sangat berharap lulusan BP3 Jayapura Siap utk mengabdi tidak hanya di Papua saja namun di seluruh Indonesia.

Pengembangan Kampus BP3 Jayapura ini menjadi Politeknik Penerbangan Jayapura juga telah didukung dengan adanya Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan (RPL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Rencana Kegiatan Pembangunan gedung Balai Pendidikan Dan Pelatihan Penerbangan Jayapura dan dukungan peran serta TIM Penilai Andal yang telah mendukung penuh pembangunan gedung BP3 Jayapura.

Beberapa hal diatas menunjukkan bahwa persiapan pengembangan menuju pada Politeknik Penerbangan Jayapura kini telah dipersiapkan, mulai dari persiapan kelembagaan, tenaga didik, fasilitas, maupun sarana dan prasarana. Ka.BP3 Jayapura, Bapak Genny Luhung Prasojo, SS.,MM beserta jajaran pejabat structural akan berupaya penuh demi tercapainya Politeknik Penerbangan Jayapura di Wilayah Papua sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia penerbangan, serta meningkatkan aspek keselamatan penerbangan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah timur Indonesia. BP3 Jayapura berterimakasih kepada seluruh elemen public yang mendukung terealisasinya pengembangan BP3 Jayapura menuju Politeknik Penerbangan Jayapura ini.

(Penyusun : Nia Arniawati, S.Ikom)



TAGS :

Komentar