DNA Art and Creative Sebagai Pameran Kreativitas Resmi Dibuka

  • 28 Desember 2019 09:47 WITA
Males Baca?
MCWNews.com - DENPASAR | Dharma Negara Alaya (DNA) Art and Creative Hub Kota Denpasar yang sebelumnya telah dipelaspas pada Kamis (26/12/2019) lalu dibuka secara resmi.

Soft launching yang dikemas secara kreatif dengan menghadirkan beragam kesenian ini dilaksanakan oleh Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali kota Denpasar, IGN Jaya Negara dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede yang ditandai dengan membunyikan Sangka Kala dan Gendang Jumat (27/12) di gedung setempat.
 
Selain soft launching gedung yang memiliki beragan fasilitas guna mendukung pengembangan orange ekonomi berkelanjutan ini juga turut dirangkaikan dengan launching dan bedah buku Denpasar Must Be Kere Aktif.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharamwijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Forkopimda Kota Denpasar, Seniman, Budayawan, Kreator serta undangan lainya.
 
Beragam kesenian dipentaskan guna memeriahkan soft Launching Dharma Negara Alaya Kota Denpasar. Yakni penampilan Gambelan Pesel yang membawakan Tabuh Ayuning dan Legong Tri Sakti.

Dimana, Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara turut andil memainkan kendang dalam pentas tersebut.

Selain itu, turut dipentaskan Jigo Show dan Sanggar Yuganadha, Sendratari Sutasoma Parama Wisesa, dan diakhiri dengan penampilan Teater Kini Berseri.
 
Wali Kota  Denpasar, IB Rai Dharmawijaya bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Dharma Negara Alaya mengambil konsep lebih luas dengan mencakup berbagai kreatifitas.

Sehingga dalam pelaksanaanya tidak monoton pada pementasan seni tradisi, melainkan lebih jauh bagaimana membuat ekosistem yang mendukung orange ekonomi yang bermuara pada pengembangan ekonomi kreatif.

“Seni tradisi bisa, kontemporer bisa, pameran lukisan ada, video maker juga ada serta banyak fasilitas lainya yang mendukung penguatan seni, budaya, tradisi serta kearifan lokal.

Sehingga dalam suatu tempat terdapat ekosistem kreatif yang memberikan dukungan dari awal, berproses, memasarkan hingga mencapai outcome yang memberikan kesejahteraan bagi pelakunya,” kata Rai Mantra.

Lebih lanjut dijelaskan, pengelolaan Dharma Negara Alaya ini pun menggunakan konsep kolaborasi dan sinergi.

Hal ini dilaksanakan mulai dari OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, Badan Kreatif Denpasar dan Komunitas Kreatif.

Sehingga, diharapkan mampu memberikan dukungan serta memberikan ruang bagi kreator dan kaum melenial Kota Denpasar yang mendukung tumbuh kembang kreatif yang bermuara pada peningkatan start up di Kota Denpasar.

“Saya berharap Dharma Negara Alaya ini menjadi wahana kreatifitas sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi orange yang bermuara pada pengembangan ekonomi kreatif secara berkelanjutan serta mendukung kreator dan melahirkan start up baru,” paparnya.

Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani didampingi Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana yang hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan event peresmian Balai Budaya Alaya Dharma Negara.

Kehadiran komunitas kreatif hingga pihak sekolah serta universitas telah dipersiapkan untuk memperkenalkan Balai Budaya sebagai pusat kegiatan insan kreatif Denpasar.

Tentu kelengkapan gedung yang telah dipersiapkan matang mendukung Denpasar kreatif telah dilakukan seperti coworking space hingga sarana pameran, diskusi serta classroom.

Diharapkan dengan rampungnya pembangunan Gedung Alaya Dharma Negara ini mampu mengakomodir kreativitas insan kreatif Denpasar.

Menurut Hendar hal ini tidak terlepas dari ekonomi kreatif menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional, maka perlu kita kembangkan lagi model ekosistem ekraf di tengah revolusi industri 4.0 saat ini.

Sehingga dari pelaksanaanya mampu menghadirkan kerja sama dan kolaborasi bersama sehingga tercipta ide dan gagasan yang baru dari potensi lokal yang ada disekitar kita dengan tetap berpedoman pada budaya dan kearifan lokal masyarakat Bali.

"Sehingga dalam pengembangan ekosistem tidak melupakan konservasinya juga agar tidak hilang begitu saja dengan rantai proses kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi.

Tentunya kehadiran Balai Budaya yang merupakan gagasan Wali Kota Rai Mantra, Wakil WaliKota I GN Jaya Negara dan dukungan dari DPRD Denpasar dapat menjadi ruang berkreasi dan berinovasi guna menciptakan iklim dan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar yang berkelanjutan," paparnya. (*)


TAGS :

Komentar