85 Petugasnya Terinfeksi, Manajemen RSUD Dok II Jayapura Batasi Pelayanan

  • 08 Juli 2020 07:30 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Direktur Rumah Sakit RSUD Dok II Jayapura drg. Aloysius Giyai, M, Kes menyebut 85 orang petugas kesehatan rumah sakit tersebut terinfeksi virus Covid-19.

85 orang petugas medis yang terpapar Covid-19 yakni Dokter Spesialis 5 orang, perawat dan bidan 46 orang, sedangkan penunjang medis/laboratorium 13 orang, bagian Gizi 4 orang dan Farmasi 1 orang, administrasi 4 orang, security 6, clining service 6 orang, relawan VCT 2 orang.

"Jadi kami sudah titip di Hotel Sahid 68 orang, RSUD Abepura 2 orang, RS Bhayangkara 2 orang, RS Provita 3 orang, RS Marthen Indey 1 orang dan isolasi mandiri 8 orang. Namun sudah ada yang dinyatakan sembuh, sebanyak 15 orang berdasar Swab," jelasnya, Rabu, (8/7) di Jayapura.

Atas kondisi ini, Aloysius menegaskan jika manajemen RSUD Dok II Jayapura mengeluarkan kebijakan pembatasan Baik pelayanan maupun bagi para pembesuk.

"Kami berlakukan pembatasan atau penggabungan, dimana semua pelayanan rawat inap digabung menjadi dua bagian. Pertama ruang rawat inap infeksius baik pria wanita maupun non infeksius pria dan wanita, tidak ada ruangan spesifik lagi sperti biasa  karena kita menyesuaikan dengan tenaga pelayanan yang tersedia baik dokter perawat bidan atau penunjang lainnya," katanya.

Selanjutnya jelas Aloysius, pelayanan untuk ruang Unit IGD, Klas 1, Paru, Perinatologi/ruang bayi, Hemodialisa, ICU, Gizi dan lainnya tetap dibuka untuk pelayanan.

"Jadi kepada masyarakat kami minta dimaklumi dan dipahami karena kondisi Covid. Jangan ada salah paham lagi antara masyarakat dan petugas kesehatan. Jika masyarat datang ke IGD petugas biasa menyampaikan ruangan penuh atau lainnya, itu karena memang petugas tidak siap dengan kondisi ini," jelasnya 

Dikatakan juga, pihak menejemen juga memberlakukan pembatasan bagi keluarga pasien, dengan hanya 1 orang saja yang diperbolehkan menemai pasien. 

"Keluarga yang besuk kita tiadakan. Tidak boleh ada yang besuk-besuk, cukup 1 orang yang mendampingi diruagan. Apalagi anak kecil tidak boleh,"tegasnya.

Sementara untuk Ruang VIP juga ditiadakan atau ditutup untuk umum, dan digunakan untuk ruang penginapan perawat - perawat yang melayani pasien Covid atau perawat yang sudah positif Covid-19.

"Oleh karena itu sebagai Dirut saya mengambil kebijakan untuk pembatasan pelayanan ini. 

Kalau yang kena masyarat saja mungkin bisa, tapi petugas kami sebagian besar kena. Maka manajemen memberlakukan kebijakan ini. Kami harap masyarakat maklum," jelasnya. (Ed)



TAGS :

Komentar