Kejati Bali Genjot Kasus Gratifikasi TPPU Mantan Kakan BPN Tri Nugraha

  • 22 Juli 2020 07:30 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kejaksaan Tinggi Bali terus mengusut kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan mantan Kepala Kantor (Kakan) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badung dan Denpasar Tri Nugraha. Bahkan aset-aset milik Tri Nugraha hasil dari perkara tersebut terus dilucuti. 

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali Erbagtyo Rohan mengatakan pihaknya serius menuntaskan kasus ini. Ia berjanji untuk terus mengumpulkan barang bukti. Sehingga kasus ini bisa segera diadili. 

"Kami konsen segera menuntaskan kasus ini. kami akan memaksimalkan untuk bisa mendapatkan bukti-bukti dan segera pemeberkasan dan limpahkan ke pengadilan," kata Kajati, Rabu (22/7) di Denpasar.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Bali Asep Maryoto menambahkan, untuk menuntaskan kasus ini, pihaknya mengirim tim ke kota-kota di luar Bali seperti Jakarta, Bandung, dan Malang. Hal tersebut untuk menelusuri aset-aset yang dimiliki TN. 

"Tidak apa berlama sedikit tapi tuntas TPPU-nya. Kami menurunkan tim ke berbagai daerah untuk mencari aset yang bersngkutan," kata dia. 

Sejauh ini Kejati Bali telah menyita 12 unit kendaraan milik TN. Kemudian aset tanah di 14 lokasi yang berbeda di Bali. Bahkan, ada aset seluas 250 hektar tanah perkebunan karet yang akan diserahkan ke Kejati Bali di Lubuk Linggau. 

"Kami harus cek keberadaan tanah tersebut. Diharapkan besok pagi bisa kami dapatkan surat lengkapnya," katanya. (EL)



TAGS :

Komentar