Kejutan Kejari Denpasar di Hari Adhyaksa, Kasus Korupsi APBDes Tamat

  • 22 Juli 2020 10:30 WITA
Luhur Istighfar
Males Baca?

MCWNEWS.COM, DENPASAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar di bawah pimpinan Luhur Istighfar di Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-60 tahun 2020 membuat beberapa kejutan. Salah satunya adalah dengan menghentikan kasus korupsi APBDes di Desa Dauh Puri Klod. 

Luhur Istighfar di hadapan wartawan mengatakan, kasus yang sudah memenjarakan mantan Bendahara Desa Dauh Puri Klod Ni Luh Putu Aryaningsih tidak lagi dilanjutkan. 

Sepeti diketahui, saat proses penyidikan sebelum, pihak Kejari Denpasar optimis bahwa kasus yang merugikan keuangan daerah sebesar Rp 988 juta (sudah dikembangkan) akan menetapkan lebih dari satu orang tersangka. 

Atas hal itu, penyidik Kejari Denpasar pun memasang Pasal 55 KUHP (turut) serta dalam dakwaan terdakwa Ni Luh Putu Aryaningsih. Pun vonis majelis hakim Tipikor pimpinan I Gede Rumega menjatuhkan vonis bahwa terdakwa Ni Luh Putu Aryaningsih terbukti turut serta melakukan tindak pidana korporasi. 

Tapi dalam perjalanannya Kejari Denpasar berkata lain dan tidak mampu membuktikan Pasal 55 yang sudah didakwakan sebelumnya. Kejari Denpasar berkilah bahwa, sesuai fakta persidangan, terdakwa mantan bendahara Desa mengakui bawah apa yang dilakukan adalah atas inisiatif sendiri. 

"Dalam persidangan terdakwa mantan bendahara desa mengaku bahwa apa yang dilakukan semua atas inisiatif sendiri tanpa sepengetahuan orang lain. Di samping itu sudah ada pengembalian kerugian negara, jadi kasus ini tidak bisa kita lanjutkan lagi," kata Kajari Luhur, Rabu (22/7) di hadapan wartawan. 

Sementara I Nyoman Mardika selaku pelapor dalam perkara ini mengaku kecewa dengan dihentikannya perkara ini. Mardika mengatakan, jika kasus ini dihentikan, mengapa dari awal Kejari sudah memasang Pasal 55 pada dakwaan untuk terdakwa Ni Luh Putu Aryaningsih. 

"Saya kecewa karena Kajari tidak konsisten mempertahankan Pasal 55 KUHP yang ada dalam dakwaan Ni Luh Putu Aryaningsih," tegas Mardika yang ditemui secara terpisahkan. 

Mardika pun mengaku akan berkoordinasi dengan tim kuasa hukumnya. " Langkah selanjutnya saya akan koordinasi ke tim kuasa hukum saya untuk tindakan selanjutnya," pungkas Mardika. (EL)



TAGS :

Komentar