Diduga Korupsi Proyek Fiktif, 5 Orang Oknum PT Waskita Karya Ditahan KPK

  • 24 Juli 2020 21:05 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, JAKARTA -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat menuntaskan berbagai kasus korupsi yang merugikan negara, saat ini KPK sudah menahan 5 tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek fiktif di PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Kelima orang tersangka langsung ditahan yakni FR (Kepala Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2011 – 2013), dan YAS (Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010 – 2014), DSA (Mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk)), JS (Mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk)), FU (Mantan Kepala Proyek dan  Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk)).

Para tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi pelaksanaan pekerjaan sub-kontraktor fiktif dalam berbagai proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk selama tahun 2009-2015, menyebabkan kerugian Keuangan Negara sebesar Rp 202 miliar. Selama periode 2009-2015, ada sekitar 41 kontrak pekerjaan sub-kontraktor fiktif dalam 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Atas perbuatannya, lima tersangka tersebut, diduga telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP

Untuk kepentingan penyidikan, KPK menahan lima tersangka selama 20 hari pertama, terhitung tanggal 23 Juli 2020 sampai dengan tanggal 11 Agustus 2020. Tersangka DSA di Rutan Polres Jakarta Selatan, tersangka JS di Rutan Polres Jakarta Timur, tersangka FU dan YAS di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Pomdam Jaya Guntur, tersangka FR di Rutan Klas I Jakarta Timur Cabang Komisi Pemberantasan di Gedung Merah Putih KPK. Para tahanan akan diisolasi mandiri lebih dahulu dalam rangka antisipasi penyebaran virus Covid 19.

KPK memberi peringatan kepada seluruh BUMN dan pelaku usaha lainnya, agar menerapkan secara ketat prinsip-prinsip good corporate governance, untuk menghindari terjadinya modus-modus korupsi anggaran proyek konstruksi, seperti dalam kasus yang berhasil diungkap KPK.

Ketegasan dan pengawasan yang lebih ketat wajib dilakukan terhadap proyek pemerintah, apalagi proyek besar yang dikerjakan oleh BUMN, agar dapat meminimalisir kerugian negara akibat korupsi dalam pelaksanaannya. (tim)



TAGS :

Komentar