Dinilai Tak Bisa Melayani Masyarakat Dengan Baik, Abraham Minta Kepala Kampung Aduwei Dicopot

  • 30 Juli 2020 06:50 WITA
Abraham O Fatot Tokoh Pemuda danMahasiswa Asal Suku Matbat Kampung Aduwei Distrik Misol Utara Kabupaten Raja Ampat
Males Baca?

MCWNEWS.COM, SORONG - Abraham O Fatot  yang merupakan tokoh pemuda dan mahasiswa dari Suku Matbat, Kampung Aduwei, Distrik Misol Utara, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat meminta agar Kepala Distrik Missol Utara untuk segera melihat persoalan yang terjadi di Kampung Aduwei. 

"Karena Kepala Kampung Aduwei sekarang tidak bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Salah satu contoh saat Pandemi Covid-19, Kepala Kampung Aduwei lebih banyak mengurusi pribadinya dibandingkan tanggung jawabnya untuk masyarakat," ujarnya, Kamis (30/7).

Dikatakan, kalau dana BLT yang seharusnya sudah dicairkan justru belum cair hingga sekarang. Padahal dana BLT tersebut untuk kebutuhan hidup masyarakat di massa Pandemi Covid-19 ini mustinya sudah bisa cair.

"Diduga sengaja tidak dicairkan oleh kepala kampung. Jika dilihat dari data sudah semua sudah dikumpulkan. Kami meminta kepada Kepala Distrik Misol Utara segera mengganti Kepala Kampung Aduwei yang dinilai tidak bertanggung jawab," terangnya.

Lebih jauh dikatakan, mewakili masyarakat Kampung Aduwei yang juga selaku tokoh pemuda dan mahasiswa kami meminta kepada Kepala Distrik Misol Utara untuk segera mengambil langkah tegas. 

"Bahwa masyarakat dikampung kini merindukan sosok Kepala Kampung yang berjiwa melayani, jujur, dan adil. Mustinya sebagai Kepala Kampung harus bermasyarakat, serta menjalin komunikasi dan koordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang ada di kampung," ucapnya.

Abraham O Fatot juga menjelaskan kalau kedudukan Kepala Kampung harus sangat strategis, sekaligus tokoh sentral di daerahnya. Karena itu, sikap, tingkah laku, dan perbuatan dinilai masyarakat. 

"Kepemimpinan Kepala Kampung dinilai berhasil itu juga ditentukan kemampuannya dalam melayani dan memperjuangkan kepentingan masyarakat," jelasnya. 

Ditambahkan, Kepala Kampung juga bisa menjadi Lurah bagi seluruh warga, tidak sekadar mengayomi kelompok tertentu. Jadi untuk keberhasilan membangun kampung tentu semua warga masyarakat harus dirangkul, tidak terkecuali calon Kepala Desa yang kalah.

"Kepala Kampung harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, mempelajari, memcermati, dan memahami tugas pokok, kewajiban, serta wewenangnya sebagai Kepala Kampung." tambahnya. (Charles)



TAGS :

Komentar