Dua Oknum DPRD Sijunjung Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi PBRTP

  • 30 Juli 2020 19:50 WITA
Kapolres Sijunjung AKBP. Andry Kurniawan (Kiri)
Males Baca?

MCWNEWS.COM, SUMBAR - Setelah melakukan gelar perkara di Mapolda Sumbar, pada Jumat (24/7) lalu, oleh Kapolres Sijunjung menetapkan dua orang oknum mantan pimpinan DPRD Sijunjung sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi Pengadaan Belanja Rumah Tangga Pimpinan (PBRTP).

Kabar yang mengagetkan itu terungkap saat para wartawan yang bertugas di Sijunjung menghadiri temu ramah dengan Kapolres Sijunjung AKBP. Andry Kurniawan pada, Kamis (30/7) pagi. 

Penetapan kedua oknum tersangka mantan pimpinan DPRD Sijunjung periode 2014-2019 itu dibenarkan oleh Kapolres Sijunjung. Itu pun setelah dilakukan gelar perkara di Mapolda, pada Jumat (24/7), dan gelar perkara kembali dilanjutkan, Rabu (29/7).

"Kedua oknum dewan berinitial WB dan NJ telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi PBRTP," terang Kapolres Sijunjung.

Dikatakan, kedua tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi PBRTP sejak  2018 hingga 2019. Dalam penyelidikan polisi juga diminta pihak Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) untuk melakukan audit atas kerugian negara mencapai ratusan juta itu. 

Atas tindakan kedua tersangka, negara telah dirugikan hingga ratusan juta. Nantinya Wakapolres Kompol Andi Sentosa yang juga Ketua Tim UPP Saber Pungli dan Kasat Reskrim AKP Petrizal, S.IK dalam waktu dekat akan segera melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka. 

"Karena ada satu dari dua oknum yang menjadi tersangka yakni WB yang masih aktif sebagai anggota DPRD yang berkantor di Jalinsum Kandang Baru, Sijunjung," ucapnya.

Lanjut Kapolres Sijunjung, pihak kepolisian masih akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Atas perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kedua oknum DPRD ini, kedua oknum ini terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Dengan ditetapkannya WB dan NJ sebagai tersangka oleh polisi, sebuah tindakan hukum yang tak tebang pilih. Karena hukum adalah panglima tertinggi dan diharapkan ini bisa menjadi efek jera bagi pelanggar hukum," tegasnya.

Kembali dikatakan, penetapan kedua oknum mantan pimpinan DPRD sebagi tersangka itu merupakan prestasi yang luar biasa bagi Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan dan Wakapolres Kompol Andi Sentosa beserta Kasat Reskrim AKP Petrizal, SIk yang serius akan membasmi semua tindakan korupsi yang merong-rongi keuangan daerah.

"Terkait soal adanya kemungkinan ada tersangka baru, Kapolres Sijunjung hanya tersenyum penuh makna. Tunggu saja nanti, yang jelas kedua oknum ini dulu di proses," ucap perwira menengah khusus Tipikor itu.

Dikabarkan Kapolres Sijunjung tengah menyelidiki kasus kelas kakap "tuna". Soal itu tunggu saja, sebab masih dalam penyelidikan. 

Kemudian secara spontan kalangan pers juga menyuport upaya Kapolres dan Wakapolres serta jajarannya dalam memberantas tindak korupsi di Ranah Lansek Manih. 

"Semoga penetapan tersangka ini menjadi efek jera bagi pelakukan lainnya," imbuh Polisi berpangkat AKBP itu.

Kemudian, terkait adanya oknum anggota DPRD Sijunjung yang juga politisi partai berlambang "Mersi" itu ditetàpkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi membuat Ketua DPC Partai Demokrat Sijunjung, Liswandi menjadi geram.

Bahkan dari awal bapak SBY sudah komit terhadap pemberantasan korupsi. Siapa yang berbuat, harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

"Partai Demokrat Sijunjung tak akan melakukan pembelaan terhadap oknum kader yang berbuat salah. Apalagi itu korupsi yang merugikan keuangan negara," tamba mantan anggota DPRD Sumbar yang juga kandidat bursa Calbup Sijunjung. (Min)



TAGS :

Komentar