Anggota Komisi V DPR Sesalkan Intimidasi Aparat Saat Demo Mahasiswa

  • 31 Juli 2020 09:00 WITA
Anggota DPR RI Komisi V Jimmy Demianus Ijie
Males Baca?

MCWNEWS.COM – SORONG | Anggota DPR RI Komisi V Jimmy Demianus Ijie mengecam perlakuan Bupati Maybrat Bernard Sagrim atas demo damai mahasiswa beberapa waktu yang lalu di Kumurkek Ibu Kota Kabupaten Maybrat Provinsi Papua Barat. 

Aksi tersebut digelar untuk menyampaikan kekecewaannya terhadap aparat penegak hukum dan kinerja Pemda Maybrat tentang proses pembangunan yang dinilai lamban dan mangkrak.

Menurut Jimmy Demianus Ijie, aksi mahasiswa tersebut menggunakan akal dan hati rakyat Maybrat. Ia menjelaskan, mereka berhak mengoreksi, menilai dan menyampaikan pendapat. Mengapa Kabupaten Maybrat sudah hampir 10 tahun tidak ada perkembangan pembangunan sama sekali.

“Ketika Kantor Bupati tidak ada, kantor DPRD tidak ada, rumah sakitpun juga tidak ada, tetapi biaya pembangunan puskesmas puskesmas sangat fantastis. Nilainya mencapai belasan miliar. Itupun pembangunannya mangkrak, ini kan lucu,” kata Anggota Komisi V DPR RI ini di kediamannya di Kota Sorong beberapa saat lalu.

Jimmy Demianus Ijie juga menyesalkan adanya aksi tandingan yang disinyalir secara sengaja menggerakkan elemen tertentu. Ia pun menyebut aksi tandingan tersebut dengan “aksi setengah sehat”.

“Jadi kalau aksi menandingi aksi mahasiswa, saya katakan itu aksi akal sehat dilawan dengan aksi setengah sehat. Karena masih ada orang-orang, pegawai-pegawai, kepala kepala kampung yang digiring untuk buat aksi tandingan. Untuk melawan mahasiswa masih berpikiran positif,” tegasnya.

Ia juga mengecam sikap Bupati Maybrat menanggapi aksi mahasiswa. Menurutnya, tanggapan Bernard Sagrim terkesan mengintimidasi mahasiswa.

“Kamu dari kampung mana dan bapak kamu nama siapa. Lalu sekarang ada aksi sweeping, mengecek mahasiswa itu. Adakah saudaranya yang bekerja di Maybrat atau mengikuti test CPNS. Saya kuatir besok-besok pengumuman hasil test keluarganya yang mengikuti test tidak lulus,” tukas Jimmy Demianus Ijie.


Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengingatkan sikap Bupati Maybrat terhadap massa aksi tersebut. Ia pun berpesan agar penerimaan PNS sesuai dengan hasil perolehan nilai test mereka.

Jimmy berpesan juga kepada semua daerah yang ada didapil pemilihannya Provinsi Papua Barat, agar penerimaan PNS sesuai dengan hasil perolehan nilai test mereka, dan jangan ada yang sengaja untuk bermain main dengan hasil mereka.

“Jangan menambah permasalahan baru. Sebagai pemimpin harus bijak. Karena kami tentu akan menunggu pengaduan dari Pencaker yang merasa dirugikan. Kami siap melakukan pendampingan hukum,” pungkas Jimmy Demianus Ijie.

(Charles)



TAGS :

Komentar