Sekretariat Tim Covid-19 di Mimika Gunakan Hotel Mewah Habiskan Miliaran Rupiah

  • 05 Agustus 2020 08:55 WITA
Mohamad Ridosan
Males Baca?

 

MCWNEWS.COM, TIMIKA -  Sekretariat Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika di hotel mewah bintang empat di Jalan Cenderawasih SP2 menjadi salah satu obyek pengawasan jajaran Kejaksaan Negeri Mimika.

Kepala Kejaksaan Negeri Mimika Mohamad Ridosan mempertanyakan hotel tersebut menjadi sekretariat tim gugus Covid-19 sementara semula telah dibentuk posko di Kelurahan Timika Jaya - SP 2.

"Sempat saya tanyakan juga, karena di sini (hotel) dijadikan sekretariat tim gugus. Kenapa sampai di sini, trus di sana juga ada sekretariat di SP 2. Urgensinya dimana," katanya di Timika, Senin (3/8).

Ridosan mengatakan, pihaknya juga merespon adanya informasi penggunaan kamar hotel secara tidak wajar oleh tim gugus tugas dengan biaya yang tak sedikit.

"Ini sudah saya periksa. Semua masih berlangsung. Makanya kemarin saya tanya, sekarang pengeluarannya mana, ini untuk siapa, ini kamar siapa, dan kepentingannya apa," kata dia.

Ada pun informasi yang beredar di Timika menyebutkan, sudah lebih dari Rp3 miliar anggaran daerah digunakan untuk sewa hotel selama empat bulan tim gugus Mimika berkantor di Hotel Grand Mozza tersebut.

Kejaksaan pun telah memintai keterangan pengelola Hotel Grand Mozza terkait penggunaan hotel mewah itu sebagai Sekretariat Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika sejak Maret hingga Agustus ini.

"Kita sesuai fakta nanti saya laporkan. Pertama, kepada bupati bahwa hasilnya begini. Apakah anti kalau ada tindak pidana, maka saya tindak, kalau tidak maka cukup ke APIP untuk TGR (tuntutan ganti rugi)," kata Ridosan.

Ia benar-benar berharap tidak ada upaya penyelewengan anggaran terutama terkait penanganan Covid-19. Dimana wabah ini telah mendatangkan kerugian bagi semua pihak dan menggerogoti anggaran negara melalui Biaya Tak Terduga (BTT).

"Saya perintahkan agar pengelolaan dananya semua dilaporkan kepada saya. Mudah-mudahan saya bisa mengemban amanah ini, doakan saya," tutur Ridosan.

Sebelumnya, Anggota DPRD Mimika Den B Hagabal juga mempertanyakan urgensi sampai semua kegiatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika harus menggunakan hotel mewah dan menguras anggaran Covid-19 begitu besar.

"Kami tidak tahu berapa besar anggaran habis hanya untuk membiayai satu hotel itu saja. Itu perlu dijelaskan secara transparan kepada masyarakat secara rinci agar tidak menimbulkan kecurigaan," kata dia. 

Kendati demikian, sebagai anggota legislatif dalam menjalankan fungsi kontrolnya, Hagabal mengaku betul-betul melihat penggunaan hotel dengan biaya sampai miliaran itu benar-benar tidak wajar.

Belum lagi, kata dia, masih begitu banyak masyakat kecil menjerit yang ternyata tidak kebagian bantuan semasa pembatasan sosial diperluas dan diperketat (PSDD).

"Ketika kita harus mengalokasikan anggaran begitu besarnya namun kemudian pengelolaannya seperti itu, tidak jelas. Padahal anggaran itu mestinya untuk pembangunan juga," katanya.

Sekali lagi, dirinya meminta agar pemerintah daerah harus secara transparan terkait pengelolaan dana Covid-19 ini. Sebab, masyarakat punya hak untuk mengetahui kemana saja uang rakyat itu dipergunakan.

Ia tidak menuding pemerintah daerah atau pun tim gugus tugas telah menyalahgunakan anggaran Covid-19. Akan tetapi berbagai asumsi tersebut kemudian menimbulkan kecurigaan.

"Jadi maksud saya, anggaran ini dipakai seperti apa. Jangan beralasan bahwa untuk Covid-19 sehingga kemudian justru ada untuk kepentingan pribadi. Jangan sampai seperti itu," ujarnya. (Sev)



TAGS :

Komentar