Uang Palsu Pecahan 100 Ribu Beredar di Kota Waisai

  • 06 Agustus 2020 10:40 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, RAJA AMPAT- Masyarakat di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat diharapkan lebih berhati-hati, pasalnya beredar uang palsu pecahan 100 ribu.

Ditemukan uang palsu pecahan 100 ribu ketika ada salah satu oknum berbelanja disalah satu kios milik Lausu (50) di Kota Waisai tepatnya di depan Kantor BPS Raja Ampat. 

Menurut pemilik kios Lausu, ditemukanya uang palsu pecahan 100 ribu ketika lagi tutup kios sekitar pukul 24.00 Wita. Itupun kondisi kios sudah tutup. 

Setelah itu, saya pun mulai menghitung uang yang di dapat dari hasil penjualan, ketika dihitung uang yang di dapat ternyata terdapat uang palsu pecahan 100 ribu," ujarnya, Kamis (6/8).

Lanjutnya, ditemukan uang palsu pecahan 100 ribu dari hasil penjualan. Ketika itu yang jaga kios seharian adalah anaknya. Ketika itu, saya bertanya kepada anak saya terkait kebenaran uang palsu tersebut. Siapa yang belanja saat itu menggunakan uang pecahan 100 ribu.

"Lantas jawaban anak saya, kalau ada salah seorang oknum yang sempat berbelanja menggunakan pecahan uang 100 ribu sekitar pukul 15.00 Wita. Itupun hanya berbelanja sebotol minuman nestle," terang Lausu sesuai pengakuan anaknya.

Terkait ditemukanya peredaran uang palsu tidak hanya dialami oleh seorang pemilik kios yang berjualan di depan Kantor BPS Raja Ampat, namun kondisi yang sama juga dialami oleh pengelola BRI Link di Kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat.

Menurut pengelola BRI Link sendiri, disalah satu tempat pengiriman uang BRI Link di Kota Waisai juga ditemukan uang palsu sebanyak dua lembar pecahan 100 ribu. Selanjutnya, uang palsu tersebut ditemukan ketika ada oknum yang sedang melakukan transaksi. 

"Dua lembar uang palsu pecahan 100 ribu ditemukan bersama dengan uang asli yang nominalnya pada saat melakukan transaksi Rp 500 ribu. Kemungkinan oknum tersebut pintar, dan paham betul caranya untuk mengelabui petugas," kata salah seorang pengelola BRI Link.

Ditambahkan, diketahui terdapat adanya uang palsu pada saat transaksi, maka kami dari pengelola BRI Link bergegas ingin menemui oknum tersebut, namun oknum tersebut langsung beranjak hilang.

Sementara dari Polres Raja Ampat saat dikonfirmasi mengatakan akan segera mendalami kasus peredaran uang palsu di Kota Waisai. 

"Apalagi dari pihak yang dirugikan terkait adanya peredaran uang palsu, hingga saat ini belum ada yang membuat laporan," pungkasnya. 

Sementara itu untuk mendalami beredarnya uang palsu di Kota Waisai, Polres Raja Ampat, sedang melakukan pemantauan, karena hingga saat ini pihak-pihak yang dirugikan belum membuat laporan ( Isak)



TAGS :

Komentar