Kejati Malut Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Puskesmas Makian

  • 11 Agustus 2020 02:16 WITA
Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga
Males Baca?

MCWNEWS.COM, HALSEL - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara (Malut) dalam waktu dekat akan memanggil pihak Kontraktor Minanga Tiga Satu untuk terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Puskesmas Makian di Desa Gitang Kecamatan Pulau Makian Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasi Penkum Kejati Malut, Richard Sinaga kepada sejumlah awak media, Senin (10/8/2020).

Richard mengatakan, pihak Penyidik Kejati Malut sejauh ini telah memanggil beberapa pihak, dua diantaranya adalah Kepala Puskesmas Baidhawi Kamarullah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ridwan, ST untuk dimintai keterangan tekait dugaan korupsi Pembangunan Puskesmas Makian tersebut. 

"Beberapa pihak telah dipanggil, termasuk mantan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Puskemas Makian, Fariani S. Umar," beber Richard.

Selain mereka, Richard menyebutkan bahwa Kejati Malut akan terus memanggil semua pihak yang dianggap terlibat. Namun ia mengaku pemanggilan pihak-pihak tertentu masih dalam tahapan dimintai keterangan bukan sebagai saksi.

"Memang baru tiga orang yang diundang guna memperdalam laporan dari Ormas Jejak Timur itu. Kami juga akan memanggil Kontraktor untuk mencari titik terangnya pengaduan itu," kata Richard. 

Sekedar diketahui, indikasi dugaan Pembangunan Puskesmas Makian yang ditangani pihak Kejati Malut tersebut dilaporkan oleh Jejak Timur Malut pada tanggal 8 Juli 2020 lalu. Pasalnya, pekerjaan Pembangunan Puskesmas Makian diduga kuat tidak dikerjakan sesuai RAB dan Standar Operasional Prosedural (SOP) pelayanan kesehatan.

Selain itu, proyek yang dikerjakan Minanga Tiga Satu dengan nilai kontrak Rp 9.999.983. 680,92 miliar itu mulai mengalami kerusakan serius dibeberapa bagian, yakni kebocoran pada atap plafon, keretakan disetiap dinding bangunan, hasil pengujian material dari laboratorium yang sifatnya wajib tidak digunakan oleh pihak kontraktor termasuk juga tidak ada sama sekali (IM)



TAGS :

Komentar