Berbagai Unsur Nyatakan Tolak Otsus Dalam Reses MRP Papua Barat

  • 19 Agustus 2020 05:50 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, RAJA AMPAT - Kunjungan Kerja (Kunker) yang dilaksanakan oleh Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB) terkait dengar pendapat masyarakat mengenai eksistensi Undang-undang 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) bagi Propinsi Papua di aula Phuyaka Mengge Waisai Kabupaten Raja Ampat, Rabu (19/08), semakin memanas.

Pasalnya dari beberapa unsur yang diundang menyatakan menolak Otsus Jilid II. Salah satunya dari unsur perempuan yang di sampaikan oleh Cristin Elwod yakni dirinya meminta dengan tegas di depan anggota MRPB menolak Otsus Jilid II.

"Sebagai perempuan Papua yang melahirkan generasi-generasi Papua tidak merasakan adanya Otsus. Karena yang kami tahu Otsus lahir dari darah dan air mata orang Papua yang meminta merdeka. Intinya dengan tegas menolak adanya Otsus Jilid II," tegasnya.

Sembari meminta agar MRPB bisa melihat apa yang menjadi hak adat orang Papua yang sudah termuat dalam UU Otsus yang sudah berjalan selama 20 tahun.

Hal serupa juga disampaikan oleh Mama Urbasa yang mengatakan bahwa selama ini pihaknya tidak merasakan apa itu Otsus. Karena yang terjadi dilapangan orang Papua tidak mendapatkan apa-apa dari Otsus.

Sebagai perempuan Papua yang berjualan untuk memenuhi kebutuhan makan dan pendidikan anak-anak tidak pernah merasakan yang namanya Otsus. Ketika berjualan dipasar sering ada kesenjangan antara kami orang Papua dengan suku pendatang. 

"Dimana orang pendatang diperhatikan, nah kami orang Papua sama sekali tidak diperhatikan," ujarnya dengan wajah sedih.

Mama Urbasa mengatakan bahwa orang Papua hanya dibuat sebagai tameng elit-elit politik dan penguasa untuk meluruskan niat busuknya, dan ujung-ujungnya kami orang Papua tidak diperhatikan. 

"Untuk itu, saya meminta kepada MRPB untuk turun ke pasar dan meliha dari dekat orang Papua yang berjualan disana yang berjualan hanya beralaskan karung atau terpal. Bahkan saya sendiri juga mendukung pendapat Cristin Elwod untuk menolah Otsus Jilid II," imbuhnya.

Dilain pihak, Mama Naomi Sakaipele menambahkan agar semua melihat kembali Otsus yang sudah berjalan selama 20 tahun ini. 

"Kami menolak Otsus Jilid II tentu ada alasannya, begitu sebaliknya dari pemerintah mengelurkan Otsus Jilid II juga ada alasannya," tambah Mama Naomi yang juga ketua Lembaga perempuan adat Papua Kabupaten Raja Ampat. (Isak)



TAGS :

Komentar