BARA JP Way Kanan Temukan Dugaan Korupsi Bansos 60 Miliar

  • 24 Agustus 2020 11:20 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, LAMPUNG  - Ihwal dugaan korupsi dana bansos pemerintah pusat senilai Rp 60 Miliar yang diterima sebagai modal simpan pinjam koprasi petani tebu rakyat (KPTR) Raja Pamuka Manis Kabupaten Way Kanan pada tahun 2017 ini berawal curut marutnya laporan keuangan pengembalian modal pinjaman oleh seluruh kelompok tani tebu dibawah KPTR sendiri.

Diketahui, dugaan ini sendiri diduga juga pernah ditangani kejaksaan tinggi Lampung untuk memastikan seluruh penanggungjawab dan pengurus KPTR dan Ketua Kelompok harus melunasi dana pinjaman sebanyak Rp 60 Miliar dengan bunga 6 persen pada akhir 2019 lalu.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi BARA JP Way Kanan hingga per Agustus 2020 ini dana bansos yang dikelola KPTR dan Ketua Kelompok tani tebu tersebut tidak dilunaskan. Bahkan parahnya lagi, sebagian dana yang sudah di cicil para kelompok tani kepada ketua pengurus KPTR Harmonis juga tidak jelas laporan dan bergulirnya dana simpan pinjam dana bansos itu sendiri.

“Kami DPC BARA JP Way Kanan telah mengumpulkan data dan menyiapkan berkas laporan ke Mabes Polri. Dan akan berkoordinasi dengan DPP BARA JP pusat terkait persoalan ini,”tegas Iparia Ketum DPC BARA JP Way Kanan, seperti dikutip dari laman indopers.net Senin (24/8/2020).

Lebih jelas Iparia menambahkan, bukti proposal pengajuan dan realisasi dana bansos 60 Milyar yang ditandatangani ketua KPTR sudah ada di pihaknya. Selain itu nama nama kelompok tani tebu dengan besaran jumlah pinjaman dan cicilan pun sudah di pegang juga.

“Sementara kami sudah mengumpulkan bukti petunjuk dan dokumen penting terkait kegiatan bansos tersebut. Mudah mudahan bisa segera kita laporkan ke mabes polri,”pungkasnya. (hd)



TAGS :

Komentar