Kasipenkum Kejati Bali: Jerinx Bisa Ajukan Penangguhan Penahanan di PN Denpasar

  • 03 September 2020 04:24 WITA
Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali A. Luga Herlianto
Males Baca?

MCWNEWS.COM, DENPASAR - Dengan telah dilakukan pelimpahan perkara dari Kejaksaan ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar dan masih dilakukan penahanan terhadap I Gede Ari Astina alias Jerinx, dapat dipastikan pihak Kejaksaan menolak permohonan pengalihan penahanan yang diajukan oleh Jerinx. 

Kasi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali A. Luga Herlianto menegaskan, kejaksaan menolak permohonan pengalihan penahanan Jerinx dengan berbagai pertimbangan dan alasan.

Dijelaskan Luga, dalam KUHAP sudah diatur secara subjektif dan secara objektif. Terhadap sebuah penahanan begitu pun dalam menilai permohonan. 

"Kami mengacu pada syarat-syarat yang termuat dalam KUHAP serta  hasil analisa kajian penuntut umum bahwa penahanan terhadap tersangka sudah memenuhi syarat, sehingga permohonan tidak dapat diterima," bebernya. 

Namun demikian, Luga mengatasi bahwa tersangka Jerinx masih memiliki hak untuk mengajukan pengalihan penahanan ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. 

"Kasus ini sudah kami limpahkan ke Pengadilan, maka segala sesuatu termasuk penahanan sudah menjadi kewenangan Pengadilan, dan tersangka masih punya hak untuk mengajukan permohonan," tegas Luga. 

Hal ini pun dibenarkan oleh I Made Pasek selaku Juru Bicara Pengadilan Negeri Denpasar. Pasek mengatakan, jika berbicara soal KUHAP, maka JRX masih bisa mengajukan penangguhan penahanan kepada Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Denpasar. 

Tapi, karena soal penahanan adalah kewenangan majelis hakim yang ditunjuk untuk menyidangkan perkara ini, maka permohonan atau pengajuan dapat dilakukan setelah Ketua Pengadilan menunjuk majelis hakim. 

"Soal penahanan itu kewenangan Majelis Hakim apkaha melakukan penahanan Atua mengambil sikap lain. Kalau bicara tentang KUHAP Jerinx masih bisa mengajukan penangguhan," ungkap Pasek. 

Diketahui, dalam perkara ini Jerinx didakwa dengan Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP atau melanggar pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. (EL)



TAGS :

Komentar