Langgar Kode Etik Profesi Polri, Tiga Anggota Polres Raja Ampat di PTDH

  • 09 September 2020 07:55 WITA
Kapolres Raja Ampat secara Simbolis Mencopot Pangkat dari salah anggota Yang di PTHD
Males Baca?

MCWNEWS.COM, RAJA AMPAT - Melalui Dinas Kepolisian RI, Kapolres Raja Ampat, AKBP. Andre J.W.Manuputty,S.Ik menggelar upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada tiga anggota Polres Raja Ampat yang melanggar Kode Etik Polri.

Upacara PTDH dilaksanakan di lapangan apel Polres Raja Ampat (09/9/2020).

Kapolres mengatakan tiga anggota yang diberhentikan ini sudah sesuai dengan surat keputusan Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat. Dari ketiga anggota yang dipecat secara tidak hormat masing-masing diantaranya 

Gusti Ongen Rejauw berpangkat Bripda, NRP 96111035, jabatan Bandit Patroli Satpol Air Polres Raja Ampat dirinya melanggar Pasal 12 ayat 1 huruf dan Pasal 14 Ayat 1 huruf (b) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri serta Pasal 7 Ayat 1 huruf (b) dan Pasal 11 huruf (c), peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2011 tentang kode Etik Profesi Polri.

Sementara untuk Junaidi Irianto sendiri yang berpangkat Brigpol NRP. 86061565, jabatan Bag Ops Satuan Polres Raja Ampat dirinya melanggar Pasal 14 Ayat (1) huruf PP Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri dan Pasal 21 Ayat 3 huruf (e) Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang kode Etik Profesi Polri.

"Sedangkan Yansen Tiba yang berpangkat Briptu NRP. 87011535 jabatan Brigadir Bag Ops Satuan Polres Raja Ampat dirinya melanggar Pasal 14 Ayat (1) huruf a PP Nomor 1 tahun 2003 tentang pemberhentian anggota Polri dan Pasal 21 Ayat 3 huruf (e) Perkap Nomor 14 tahun 2011 tentang kode Etik Profesi Polri," terangnya.

Kapolres menjelaskan bahwa dengan dikelurkanya berita acara terkait PTHD ketiga anggota ini sudah menjadi kewenangan Kepolisian RI.

"Apalagi ketiga anggota ini sudah lama tidak berdinas. Padahal sudah berkali-kali memanggil dan mengingatkan untuk berdinas kembali, namun mereka menghiraukanya, bahkan dipanggil untuk mengikuti sidang pun mereka tidak hadir," jelasnya.

Sembari menambahkan jangan sampai hal seperti ini terulang lagi, dan menjadi contoh buruk kepada bintara-bintara yang baru. Sebagai abdi negara harus menjalankan rugas dengan naik sesuai Kode Etik Polri.

"Kepada semua anggota Polres Raja Ampat untuk selalu patuh dan disiplin dalam menjalankan tugas-tugasnya. Tidak mau hal seperti ini terjadi lagi di Polres Raja Ampat," tambahnya. (Isak)



TAGS :

Komentar