Ternyata Warga Pemecah Batu Tradisional, Jadi Ajang Politik Bagi Bupati Melanjutkan Kekuasaan

  • 15 September 2020 19:10 WITA
Abdul Latif Lubis, Pemilik Izin Galian C yang Sah saat konfrensi Pers. Selasa (15/09/2020).
Males Baca?

MCWNEWS.COM, MANDAILING NATAL - Pemegang Izin Galian C Resmi, Bantah Pemberitaan Ratusan Warga Pemecah Batu Tradisional beraudensi dengan Bupati Mandailing Natal baru-baru ini.

Bantahan itu langsung diujarkan oleh Abdul Latif Lubis, sebagai pemegang Izin Galian C yang Sah pada hari Selasa, (15/09/2020).

"Saya selaku pemegang Izin Galian C yanh sah di keluarkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membantah keras bahwa katanya kehadiran perusahaan kami melemahkan ekonomi warga sekitar lokasi kami seperti yang di beritakan salah satu media pada tanggal 13 september 2020 yang lalu" ungkap Latif.

Menurutnya (Latif), pemberitaan sepihak yang berjudul *Ratusan Warga Secara Tiba-tiba Beraudensi kepada Bupati Madina* di salah satu Media Lokal baru-baru ini adalah sesuatu ajang poltik yang tidak seharusnya dilakukan oleh seorang kepala daerah, bahkan aksi itu sudah dikonfirmasinya kepada para warga yang beraudensi ke bupati madina adalah di mobilisasi seorang pengusaha.

"Karyawan kami sudah melakukan konfirmasi kepada warga yang ikut beraudensi ke bupati madina, nah para ibu-ibu atau warga mengaku mereka sampai saat ini memang tidak memecah batu dan mereka mengaku dipasilitasi oleh salah satu pengusaha untuk bertemu ramah kepada Bupati dan sesampainya ke bupati mereka mendengar arahan suatu tujuan untuk pemengan Dahlan untuk bupati berikutnya itu kata ibu itu dan itu masih ada rekamannya sama saya" lanjut Latif

Masih Latif, "Seharusnya Pemda Madina bersyukur akan kehadiran perusahaan kami dimana setoran pajak kami ke pendapatan asli daerah mencapai Rp600.000.000 pertahun, sedangkan PT.Karya Muda Nasional yang tidak memiliki izin sudah beroperasi puluhan tahun tidak ada perhatian hukum dan pemerintah setempat itu seharusnya yang diperoses mereka" bebernya.

"Kalau memang ada bahan batu pecah atau matrial milik warga kami siap menampung atau membelinya jadi jangan kami dituding melemahkan ekonomi rakyat kami siap menampung batu pecah milik warga dan kami harap pemda mengeluarkan kebijakan yang berimbang dan jangan berpihak serta jangan memanfaatkan warga untuk kepentingan politik" tukas Latif. (Syah)

 



TAGS :

Komentar