Dinilai telah Mencemari Nama Baik LBH Gerimis, Yosep : Kami akan LP Balik Oknum Eks Karyawan PT. URT

  • 20 September 2020 07:34 WITA
Yosep Titirlolobi
Males Baca?

MCWNEWS.COM, SORONG - Dinilai telah melakukan pencemaran nama baik, sebagai profesi pengacara dan kelembagaan.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Papua Optimis (LBH - Gerimis) Papua Barat, Yosep Titirlolobi berencana dalam waktu dekat akan polisikan oknum mantan karyawan PT. Uni Raya Timber terkait pengaduan oleh beberapa oknum yang menuduh dirinya telah melakukan penipuan. 

Hal tersebut diungkap Yosep Titirlolobi yang juga berprofesi sebagai pengacara di kota Sorong, setelah dikirim link berita dari salah satu media, Sabtu (19/9/2020).

Menurutnya, Laporan (LP) yang dialamatkan padanya tersebut tidak benar dan malah memutar balikkan fakta dengan sikap dari sejumlah eks Karyawan yang telah memfitnahnya, bahkan Yosep mengaku, saat menjadi kuasa hukum dari Buruh Eks Karyawan PT. URT di tahun 2018 barulah hak-hak buruh dibayar oleh pihak perusahan karena selama itu mereka urus hak-hak mereka selama 3 tahun tidak pernah terealisasi.

"Apa yang dikatakan oleh beberapa orang Eks Karyawan itu tidak benar, karna saya dari tahun 2018 setelah menerima kuasa dan dalam waktu 4 bulan saya memperjuangkan hak-hak mereka dan perusahan telah membayar Rp 1.4 milar lebih, yang dibagi dalam 3 kelompok, masing-masing kelompok pertama ada 68 orang itu dibayar 700 juta lebih Tahun 2018, dan kelompok kedua 62 orang dibayar 300 juta lebih tahun 2019 serta kelompok yang ketiga 51 orang telah dibayar oleh perusahan sekitar 400 juta lebih ditahun 2019 juga," beber Yosep

Yosep juga menambakan, dirinya setelah membantu para karyawan tersebut namun dirinya tidak pernah meminta imbalan. 

"Saya dalam membantu mereka (karyawan-red) dan tidak pernah meminta uang, meski dalam sejumlah pengurusan saya bantu untuk makan minum rokok dan lain-lain dari kantong pribadi saya, sampai setelah perusahan membayar hak- hak karyawan barulah mereka sepakati untuk memberikan saya uang ucapan terimakasih, namun bukan cuma saya saja yang menerima, ada juga ketua serikat buruh yang diberikan uang terima kasihi juga," papar Yosep..

Mengenai status kuasa hukumnya mengatakan bahwa dirinya tidak menyelesaikan masalah mereka Oknum mantan karyawan PT Uniraya karena telah menjadi legal hukum perusahaan, perlu saya jelaskan bahwa mereka oknum mantan karyawan sendiri yang telah melakukan pencabutan kuasa dari saya dan mereka sendiri yang membawa ke kantor LBH Gerimis surat pencabutan kuasa pada  bulan Juli 2019.

Dan dimana bulan Januari 2020 baru saya dipakai oleh perusahaan menjadi legal hukum perusahaan dan itu ada jeda waktu 7 bulan," ujar Yosep.

Selain itu, Yosep mengaku dalam waktu dekat akan mempolisikan salah satu pengacara di kota Sorong, yang menurutnya diduga telah melakukan penipuan terhadap beberapa masyarakat yang mengadu ke kantor LBH-GERIMIS, salah satunya seperti klien yang beralamat diaspen Sorong karena anak-anaknya mengadu ke LBH Gerimis ada oknum pengacara berinisial FN yang diduga telah menipu mereka dengan meminta uang sejumlah Rp 40 juta tapi tidak menyelesaikan kasus mereka bahkan meminta uang lagi sebesar Rp 80 juta untuk menyelesaikan kasus klien kami tetapi tidak diberikan.

Perlu diketahui sebelumnya, sejumlah mantan karyawan PT. Uni Raya Timber didampingi Ketua LBH Kaki Abu telah membuat laporan polisi atas dugaan penipuan dan pemerasan yang dilakukan oleh Oknum Pengacara LBH GERIMIS.

"Saya ingin jelaskan Bahwa itu tidak benar sama sekali apalagi Kuasa Hukumnya mengatakan di media bahwa para karyawan datang saya selalu menghindar, saya jelaskan bahwa itu tidak benar, mungkin kuasa hukumnya saja yang lagi semangat mengarang cerita karena saya sendiri selalu di kantor sampai jam 4 subuh kecuali ada pekerjaan di luar kota itu baru saya tidak di Sorong" terangnya.

Menurut Yosep, Di alam demokrasi ini tentu dirinya menghormati laporan polisi yang sudah dibuat di SPKT Polres Sorong Kota,

"Saya sudah lihat bukti yang disodorkan oleh mereka, tentunya saya senyum-senyum saja, dan saya ingat setelah saya mendapatkan uang terimakasih, FG juga pernah meminta untuk mengajaknya minum di beberapa Bar di Kota Sorong, mungkin kuasa hukum mereka FG lagi lupa, makanya setelah saya tiba dari luar kota dalam beberapa hari kedepan saya langsung membuat laporan balik di Polres Sorong Kota juga" kata Yosep.

Lanjut yosep, apa yang disampaikan dalam Jumpa pers oleh kuasa hukum pelapor Berinisial FG mungkin terlalu berapi-api sehingga pengacara FG lupa kalau dia terlalu banyak mengarang cerita, sehingga saya melihat bahwa FG terlalu bernafsu untuk bagaimana menumbangkan saya di kota sorong.

Padahal dia sendiri sampai-sampai lupa kalau kuasa hukum mereka pernah meminjam uang kepada saya hampir 3 tahun tidak pernah diganti, dan juga Pengacara FG sendiri juga pernah beberapa kali berusaha meminjam uang kepada saya lewat telpon tapi saya tidak pernah kasih sehingga mungkin dendam, itu yang membuat pengacara FG membenci saya secara pribadi sampai sekarang apalagi mungkin FG berpikir masih sakit hati bahwa LBH Gerimis sampai sekarang masih yang terbaik di mata masyarakat," ucap Yosep.

Mengenai apa yang disampaikan oleh pendiri LBH-GERIMIS itu tidak benar, karena saya sendiri baru ditelpon oleh Pak Jimmy untuk menanyakan Kasus itu dan saya jelaskan kepada beliau, yang lucunya masa seorang kuasa hukum meminta kepada pendiri LBH-GERIMIS untuk memberhentikan saya dari jabatan direktur padahal FG sendiri Ketua KAI seharusnya dia harus telpon saya, tetapi saya bersyukur pendiri LBH-GERIMIS sendiri mengatakan bahwa untuk memberhentikan seorang direktur tidak segampang itu, bahkan di akhir telpon Pak Jimmy mengatakan kalau kau merasa kau benar, kau harus lawan yosep," ungkap Yosep. (Charles)



TAGS :

Komentar