Dalam Waktu Dekat, Maki ke Bali Praperadilankan Dua Perkara Korupsi

  • 25 September 2020 14:30 WITA
Jhon Korassa Sonbay,
Males Baca?

MCWNEWS.COM, DENPASAR - Janji Masyarakat Anti Korupsi (Maki) untuk mempraperadilankan dua perkara korupsi yang dihentikan oleh Kejaksaan tidak lama lagi akan terealisasi.

Dua kasus korupsi yang dihentikan Kejaksaan adalah kasus di Yayasan Al-Ma'ruf dan kasus pembangunan senderan Tukad Mati. Diketahui, dua perkara ini dihentikan oleh Kejaksaan dengan alasan yang berbeda.

Diketahui untuk kasus di Yayasan Al-Ma'ruf, meki sebelumnya penyidik Polresta sudah menetap tiga orang tersangka dan sudah dilakukan pelimpahan tahap II, tidak ada alasan yang pasti kenapa dihentikan alias diterbitkannya SKPP (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan). 

Amir Yanto, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali hanya mengatakan, dalam kasus ini sudah ada pengembalian kerugian negara.

Sedangkan untuk kasus pembangunan senderan di Tukad Mati, yang juga masih menurut Amir Yanto, dihentikan karena nilai kerugian terlalu kecil yaitu hanya Rp 90 juta rupiah.

Jhon Korassa Sonbay, salah satu rekan koordinator Maki, Boyamin Saiman  mengatakan, dalam waktu dekat pihak Maki akan datang ke Bali dan mengajukan gugatan praperadilan dua perkara ini. 

"Yang pertama adalah mempraperadilankan Yayasan Al-Ma'ruf dulu, setelah itu selesai baru Tukad Mati. Dan saat ini Boyamin Saiman masih disibukkan dengan urusan yang lebih besar di Jakarta," ujarnya. 

"Beberapa hari lalu saya sempat berbicara lewat telepon dengan Boyamin, dia mengatakan dan berjanji segara ke Bali dan menuntaskan perkara praperadilan ini," pungkas Jhon Korassa. 

Tak hanya Maki, Yayasan Bintang Gana dibawa koordinator Nyoman Mardika pun beberapa waktu lalu sempat mengatakan akan mempraperadilkan kasus Tukad Mati yang sebelumnya oleh penyidik Kejaksaan sudah ditetapkan 3 orang tersangka. (EL)



TAGS :

Komentar