Bupati Intan Jaya dan Wakapolda serta Danrem 173/PVB Kunjungi Keluarga Korban Pdt Yeremis Zanambi

  • 25 September 2020 21:55 WITA
Males Baca?

MCWNEWS.COM, INTAN JAYA – Bupati Kabupaten Intan Jaya bersama Wakapolda Papua dan Danrem 173/PVB mengadakan pertemuan dengan keluarga korban Pdt. Yeremias Zanambani di Ruang tamu Bupati Kab. Intan Jaya, Kamis (24/9/2020).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kabupaten Intan Jaya Natali Tabuni, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius Fakiri S.I.K, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Alfred Papare S.I.K, Dandim 1705/PN Letkol Inf Benny Wahyudi, Kapolres Intan Jaya AKBP I Wayan G dan keluarga korban Pdt. Yeremias Zanambani.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kabupaten Intan Jaya Natali Tabuni mengatakan, kami ingin menyapa secara pribadi dan juga mau mendengarkan kronologi kejadian yang mangakibatkan Pdt.Yeremias Zanambani meninggal dunia.

"Pada dasarnya kehadiran TNI-Polri di Kabupaten Intàn Jaya untuk memberikan rasa aman, oleh karena itu keluarga dapat menceritakan apa yang sebenarnya keluarga ketahui terkait kejadian ini," terangnya.

Lanjutnya, urusan hidup dan mati itu sudah menjadi urusan Tuhan. Maka itu, dimohon saudara bisa bercerita, dan saudara tidak usah takut. Karena saudara disini sudah bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan beberapa pimpinan dari TNI-Polri.

Saya ingin mendengar langsung kejadian, dan bisa disampaikan langsung oleh Istri pdt. Yeremia Zanambani sehingga kita dapat mengambil langkah-langkah nantinya," ucapnya. 

Sementara dari Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius Fakiri S.I.K, dalam kesempatannya menyampaikan permohonan maaf dari Bapak Kapolda. Karena beliau ada kegiatan di Kodam sehingga tidak dapat hadir.

"Saya sendiri diperintahkan untuk bertemu serta hadir disini khususnya kepada ibu Almarhum Pdt. Yeremia Zanambani untuk mendengar sesungguhnya apa yang telah terjadi, dan saya jamin apa yang disampaikan akan saya teruskan Kepada pimpinan kami," ucap Wakapolda Papua. 

Sembari mengatakan, mengawali penyampaian ini, saya mewakili kepolisian turut berduka cita atas meninggalnya orang terkasih semoga amal ibadah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. 

"Kehadiran TNI/Polri di Kabupaten ini untuk memberikan rasa aman, dan semua warga yang ada di Kabupaten Intan Jaya tidak perlu takut, tetap waspada apabila melakukan aktifitas diluar rumah. Karena kami dari pihak kepolisian akan melakukan penegakkan hukum bagi siapa saja yang melakukan tindakan kriminal," imbuhnya.

Selanjutnya dari Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan juga menyampaikan dalam hal ini Komandan Korem 173 yang bertanggung jawab terhadap satuan jajaran kewilayahan temasuk di Kabupaten Intan Jaya, salam hormat juga dari Bpk Panglima dan turut berduka cita kepada keluarga Alm. Pdt. Yeremias Zanambani. 

"Saya mewakili pimpinan TNI hadir disini untuk melihat dan mendengar dari keluarga maupun warga yang ada di Kabupaten Intan Jaya apa yang terjadi sehingga saya bisa mengetahui persis dari Ibu pdt . Yeremias Zanambani dan warga yang memang mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dilapangan," ujarnya.

Sembari menambahkan intinya kehadiran TNI-Polri datang kesini untuk memberi ketenangan dan rasa nyaman membantu masyarakat dan Pemda dalam membangun Kabupaten ini lebih baik lagi kedepannya. Apalagi Bapak Panglima sendiri selama ini sangat mencintai warga yang ada di Kabupaten Intan Jaya. 

Mungkin bisa saya ceritakan berkaitan dengan kabar terbaru bahwa saudara Laode yang merupakan korban kekerasan yang dilakukan KKB di Kampung Mamba, pada Kamis tanggal 24 September kemarin telah meninggal dunia, sementara satu korban saudara Fatur masih dirawat. 

"Selain warga sipil, anggota kami yakni Serka Sahlan dan Praka Dwi Akbar Utomo meninggal dunia akibat tertembak saat kontak tembak dengan KKB, kami doakan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," tambahnya.

Kemudian pertemuan tersebut diakhir dengan penyerahan santunan dari Wakapolda Papua dan Danrem 173 / PVB kepada Istri dari Alm. Pdt Yeremia Zanambani. (*)



TAGS :

Komentar