Bupati Mimika Ditetapkan Tersangka Dugaan Pelanggaran UU ITE

  • 14 Oktober 2020 11:28 WITA
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal
Males Baca?


MCWNEWS.COM, TIMIKA | Penyidik Subdit V Siber Direktorat Reskrimsus Polda Papua menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus UU ITE, masing-masing berinisial VM, UY, PYM, EO dan DW.

Kelimanya ditetapkan tersangka atas Laporan Polisi No: LP/225/IX/Res.2.5./ 2020/ SPKT Polda Papua terkait dugaan turut serta mendistribusikan video mesum yang melibatkan mantan anggota DPRD Mimika, MM.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara kasus UU ITE pada Selasa 13 Oktober 2020. 

"Kami masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut," kata Kamal dalam siaran pers tertulis, Selasa.

Kombes Kamal menerangkan, sejauh ini penyidik telah memeriksa 11 orang saksi, serta melakukan jejak digital kemana saja video itu disebarkan termasuk oleh masing-masing tersangka.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (1) UU NO. 19/2016 tentang ITE: Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan yang melanggar Kesusilaan) dipidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Miliar Rupiah).

"Untuk para tersangka akan dilakukan pemanggilan dan dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Papua," kata Kamal.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan seorang tersangka yaitu AZHB alias Ida (23), pemeran wanita dalam video beradegan mesum berdurasi 58 detik dengan mantan anggota DPRD Mimika, MM.

AZHB diproses dalam perkara terpisah berdasarkan Laporan Polisi LP/550/VIII/2020/Papua yang telah dilakukan tahap I pada Jumat 18 September 2020 lalu.

"Apabila dari hasil pemeriksaan berkas perkara oleh JPU dinyatakan lengkap, maka penyidik akan melakukan tahap II yakni penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU," jelas Kombes Kamal.

Ada pun salah satu tersangka berinisial EO adalah Bupati Mimika, yang sebelumnya telah dimintai keterangan sebagai saksi pada Senin 5 Oktober lalu di Timika.

Kuasa Hukum EO, Dr. Anthon Raharusun angkat bicara dan menyatakan kliennya siap menghadapi penetapan tersangka oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Papua.

“Dengan penetapan tersangka ini, saya mewakili klien siap menghadapinya. Kemungkinan, klien kami akan didampingi tiga kuasa hukum nantinya,” kata Anthon.

Menurut Anton, penetapan tersangka ini merupakan kewenangan penyidik Polda Papua, yang tentunya sudah memiliki bukti permulaan berdasarkan dua alat bukti yang cukup. 

Namun demikian, Anton justru meminta publik dan masyarakat agar tidak membesar-besarkan dugaan kererlibatan EO dalam menyebarkan video mesum tersebut. 

Anton beralasan, kliennya sebagai seorang bupati sebenarnya tidak berniat menyebar video mesum itu dengan maksud merugikan siapa pun. Akan tetapi, EO bermaksud melakukan klarifikasi kebenaran video tersebut.

“Klien kami mencari kebenaran, sehingga melakukan pendistribusian video untuk konfirmasi. Karena ini menyangkut situasi kamtibmas di daerah serta bertentangan dengan adat dan budaya setempat,” katanya. (Sevianto)



TAGS :

Komentar