Penonton di Berbagai Event Jelang PON Papua Bakal Dibatasi

  • 16 Oktober 2020 21:05 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, JAYAPURA - Pertemuan Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dengan Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda di Rupattama Polda Papua, Jumat, (16/10/2020) membahas persiapan menuju PON XX Tahun 2021 di Provinsi Papua.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Kabinda Papua Mayor Jenderal TNI Napoleon, Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda bersama staf dan Pejabat Utama Polda Papua.

Ketua Harian PB PON Papua Yunus Wonda mengatakan dalam pertemuan dengan Kapolda Papua yang dibahas saat itu mengenai persiapan peresmian Stadion Papua bangkit, pergantian nama Bandara Sentani, Sosialisasi persiapan PON XX 2021, peluncuran buku Orang Asli Papua dan Count Down 365 hari.

"Pada prinsipnya Kapolda Papua mendukung persiapan menuju PON XX Tahun 2021 di Provinsi Papua. Karena ini situasinya masih Pandemi Covid-19, pihaknya sepakat akan tetap melakukan secara virtual," terangnya.

Sembari menyampaikan kalau nantinya 
Gubernur akan ada di Stadion Papua Bangkit didampingi oleh panitia, PB PON dan juga Muspida yang akan ditayangkan live secara virtual agar masyarakat baik di Papua, nasional dan internasional melihat kesiapan dan beberapa venue yang akan diresmikan. 

Kami juga tidak lupa untuk menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua yang ada di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Sebagai tuan rumah tentu harus ikuti protokol kesehatan. 

"Intinya semua mendukung kegiatan dilakukan secara virtual, Semua masyarakat bisa nonton di You Tube dan di TV lainnya secara langsung," ucapnya. 

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dalam kesempatan ini juga menambahkan bahwa dari hasil pertemuan di Swiss Bell Hotel, Saya menyampaikan beberapa catatan-catatan tentang landasan hukum, kemudian beberapa atensi-atensi turun dari Bapak Presiden dan Bapak Kapolri

Nantinya beliau akan memperkecil jumlah massa yang akan hadir di Stadion. Hasil rapat kita yang juga dihadiri oleh Mayor Jenderal TNI Napoleon. Kita harus sukseskan acara itu terutama untuk Count Down, tetapi disatu sisi kita lihat dimana-mana patuh dan taat terhadap protokol kesehatan penyebaran Covid 19.

Jadi ada event- event, liga-liga dan lain sebagainya itu kan tidak diizinkan lagi dengan menggunakan suporter atau penonton dan inilah kami lemparkan kembali kepada panitia untuk berfikir kembali. 

Karena saran kami untuk virtual itu adalah mungkin yang terbaik, kalau seandainya mau dipaksakan mungkin akan diwakili oleh Muspida dan beberapa orang yang ditunjuk saja.

Bagaimana pun kegiatan ini harus sukses, tetapi kita punya tanggungjawab besar, Negara punya tanggungjawab besar. Kita ketahui bahwa Indonesia sudah di posisi tiga besar, kemudian Papua sudah masuk 10 besar di Indonesia. 

"Saya pikir itu yang harus kita jaga betul jangan sampai akibat berkumpulnya massa pada saat acara peresmian ini menambah dengan cepat jumlah paparan Covid 19," tambah Kapolda Papua. (*)



TAGS :

Komentar