Dikawal Polwan dan Pecalang, Demo Tolak UU Cipta Kerja Depan Kampus Unud Berakhir Damai

  • 22 Oktober 2020 21:15 WITA
Males Baca?


MCWNEWS.COM, DENPASAR -  Aksi demo tolak UU Cipta Kerja oleh mahasiswa dan serikat pekerja di depan Kantor DPRD Provinsi Bali dan depan Kampus Unud Sudirman beberapa waktu lalu berujung ricuh hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata.

Tak ingin terulang kejadian serupa, sekitar 1.000 aparat kepolisian diterjunkan saat demo tolak UU Cipta Kerja di Denpasar di depan Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Kamis (22/10/2020) sore.

Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyatakan, upaya ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama jalannya aksi sehingga pihaknya menurunkan banyak personel.

"Semua ini kami lakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali," ucap Kapolda yang turun langsung mengawasi pengamanan aksi demo.

Golose menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak menginginkan adanya kekerasan dan anarkisme di tengah aksi. Sehingga, dalam pengamanan pihaknya juga mengerahkan puluhan anggota Polwan.

"Seperti yang rekan-rekan media lihat tadi, kita turunkan polisi-polisi wanita, yang mungkin juga polisi wanita tersebut merupakan teman dari pendemo," ucapnya.

Tak hanya aparat kepolisian, aksi demo tolak UU Cipta Kerja juga dijaga kurang lebih 400 orang pecalang.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, 400 pecalang tersebut berasal dari Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan.

"Keterlibatan pecalang dalam pengamanan merupakan inisiatif dari desa adat dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali guna bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman," jelasnya.

Disinggung apakah tidak justru menimbulkan persepsi berbeda di mata masyarakat, Kapolresta menampik dengan mengatakan kehadiran para pecalang sebagai bentuk sinergitas antara Polri, TNI, dan masyarakat (EL)



TAGS :

Komentar